BolaSkor.com - Arema FC cukup beruntung memiliki sederet penyerang lokal yang bersinar di musim lalu. Melalui sentuhan Joko Susilo hingga berlanjut ke tangan Milan Petrovic, tim Singo Edan mampu unjuk gigi untuk bersaing di Liga 1 2018 tanpa penyerang asing.

Rivaldi Bawuo, menjadi satu dari sekian nama striker lokal yang dimaksud. Baru berusia 25 tahun, pemain kelahiran Gorontalo itu masih menyimpan cita-cita tinggi bersama Arema FC.

Ia sangat bercita-cita membawa Arema FC Go to Asia. Tentu saja, target untuk pribadi adalah menembus skuat Timnas Indonesia. Hal itu sebagai targetnya di musim 2019.

Rivaldi Bawuo pun mencurahkan isi hatinya tentang target-targetnya tersebut bersama BolaSkor.com. Berikut kutipan wawancara eksklusif Rivaldi Bauwo dengan BolaSkor.com:

Baca Juga:

Milomir Seslija Tak Sekadar Cari Uang Kembali Latih Arema FC

Bocoran Jersey Anyar Arema FC

Jalani Musim Ke-10, Johan Al Farizi Siap Perbaiki Anjloknya Prestasi Arema FC

Bagaimana harapan Anda jelang menjalani musim kedua bersama Arema FC tahun ini?

Tahun kedua ini, saya ingin lebih banyak mencetak gol untuk tim setelah kurang maksimal di musim lalu (kontrak bersama Arema FC dua tahun pada 2018-2019 dari Kalteng Putra).

Hanya mencatat 24 caps dan 5 gol, apa yang membuat Anda kurang maksimal musim lalu?

Seringnya saya mengalami cedera menjadi penyebab. Saya harus lebih hati-hati lagi saat bermain dan lebih percaya diri.

Seberapa optimistis Anda bisa mencapai target tiga besar di Liga 1 musim ini?

Sangat optimistis, maksimal ya bisa juara (Liga 1). Apalagi dengan kedatangan pemain baru seperti Pavel (Smolyachenko) dan Gladiator (Robert Lima Guimaraes) untuk menambah kekuatan tim.

Lalu, bagaimana menyikapi tingkat persaingan di lini depan Arema setelah kedatangan Gladiator (Robert Lima Guimaraes)?

Insya Allah bisa bersaing toh. Entah itu bermain sebagai inti atau bagaimana, yang penting untuk kesuksesan tim.

Rivaldo Bauwo
Rivaldi Bawuo saat membela Arema FC menghadapi Persipura Jayapura. (BolaSkor.com/Kristian Joan)

Apakah sempat ada godaan tim lain? Terutama Kalteng Putra (yang pernah dibawanya sampai babak 8 besar Liga 2 tahun 2017 dan meraih top skorer dengan 17 gol)?

Sejauh ini, tidak ada. Mungkin mereka sudah tahu kalau saya punya kontrak 2 tahun di Arema, dan saya harus hormati itu. Kalau pun ada tawaran dari klub lain, pasti saya tolak.

Belakangan, kamu digeser posisinya menjadi winger, setelah sekian lama menjadi striker. Apa kesulitannya?

Kalau striker itu kan baru berlari ketika ada umpan-umpan daerah. Kalau Winger harus lebih strong lagi secara stamina, karena lebih banyak berlari dan membantu pertahanan.

Bagaimana dengan target Arema FC yang ingin Go to Asia 2020, melalui juara di Piala Indonesia?

Sudah pasti ingin membawa Arema FC juara di Piala Indonesia agar bermain di level internasional bersama teman-teman. Apalagi, saya juga belum pernah bertanding di luar negeri.

Dengan usia 25 tahun, apakah masih menyimpan cita-cita menembus skuat Timnas Indonesia?

Ya, itu menjadi target saya pribadi sampai saat ini. Saya selalu ingin memperkuat Timnas Indonesia. Caranya tidak lain dengan bekerja keras melalui Arema. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)

Rivaldi Bawuo ditempel ketat Yustinus Pae pada laga Arema FC vs Persipura. (BolaSkor.com/Kristian Joan)