BolaSkor.com - Penggawa Satria Muda Pertamina, Muhammad Rizal Falconi, mengungkapkan kegiatannya selama pandemi virus corona. Selain mengikuti program latihan tim, Rizal Falconi mengaku mengisi waktu luang dengan bermain video game dan belajar gitar.

Pandemi virus corona membuat mayoritas kegiatan olahraga bagai mati suri. Tidak terkecuali di Indonesia dengan satu di antaranya adalah kompetisi basket IBL.

Kondisi tersebut membuat para pebasket Indonesia seperti Rizal Falconi harus menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing. Selain itu, mereka juga menerima pemotongan gaji.

Tentunya, melakukan kegiatan yang itu-itu saja cukup membosankan bagi Rizal Falconi yang biasa bepergian untuk bertanding. BolaSkor.com berkesempatan melakukan wawancara eksklusif dengan pebasket berusia 26 tahun tersebut melalui pesan suara. Berikut ini adalah petikan wawancaranya:

Baca Juga:

NSH Jakarta Ingin IBL 2020 Lanjut dengan Pemain Asing

Sandy Ibrahim Tak Masalah Andai Terima Hak Secara Berkala

Bagaimana kegiatan selama pandemi virus corona?

Ya begitu, kegiatan ya paling di rumah saja, menjalankan program latihan dari tim. Saat mengisi waktu luang paling main game. Banyak aktivitas di rumah saja, keluar paling belanja keperluan dapur. Itu juga paling seminggu sekali.

Main game apa saja kalau boleh tau?

Saya main game-nya macam-macam sih. Saya suka game yang kompetitif seperti FPS (Firsh Person Shooting) seperti Counter Strike, PUBG. Kalau kalah terus baru main PlayStation main petualangan. Kalau bosan main game dan lihat layar terus, ya main gitar. Kebetulan bisa-bisa dikit, tidak jago-jago amat.

Kalau boleh tahu, biasanya main lagu apa saja?

Macam-macam sih, yang chord nya gampang saja. Macam-macam, lagu-lagunya Peter Pan, Ungu, Virgoun. Begitu lah. Sebelum pandemi memang bisa main gitar, tetapi hanya untuk mengisi waktu luang saja. Selama pandemi saya mencoba chord yang lebih sulit sedikit-sedikit. Belajar dari macam-macam sih, dari internet.

Apa kegiatan yang pertama kali dilakukan selama pandemi?

Awal-awal dirumahkan sih paling kegiatannya belum ada program. Beberapa lama kemudian baru masuk program. Setelah meeting tim, diberitahu info tidak bisa latihan bareng dulu. Akhirnya jadi diberi program sampai situasinya membaik. Saat pandemi ini mulai berbahaya, sebenarnya ada niat untuk pulang. Tetapi takut juga di bandar udara kena. Takutnya saat sampai di kampung halaman, malah bawa virus ke orang tua. Akhirnya niat saya diurungkan dan di rumah saja sama istri. Tadinya juga niat mau ke rumah mertua di Karawang, ternyata mertua bilang, lebih baik jangan. Akhirnya kami mengurungkan niat untuk pulang kampung.