BolaSkor.com - Herry Susilo menjadi rekrutan baru PSIM Jogja. Kedatangan bek 30 tahun asal Purwodadi ini mempermudah pelatih Vladimir Vujovic dalam menentukan pemain terbaik di posisi stoper.

Herry Susilo menjadi satu dari empat stoper yang sudah didatangkan Laskar Mataram. Selain Herry, ada pula Fandy Edy, Edo Pratama serta Ngurah Nanak. Empat empat pemain ini punya peluang sama besar untuk masuk starting eleven.

Bagi Herry, gabung klub DIY menjadi kesempatan pertama. Selama berkarir sebagai pesepakbola profesional, Herry sudah memperkuat PSIS Semarang, Persipur Purwodadi, Persiba Balikpapan serta Kalteng Putra.

Sebelum gabung PSIM Jogja, Herry sebenarnya menjadi bagian tim Bogor FC. Namun seiring dengan masalah yang menerpa Laskar Kujang, Herry pun gabung PSIM. Dia gabung bersama 14 rekannya dari Bogor FC serta pelatih Vladimir Vujovic.

Bolaskor.com berkesempatan berbincang dengan Herry Susilo saat di Wisma PSIM. Herry bercerita tentang kesan dan target bersama klub barunya musim ini.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif Yogi Rahadian: Bepe dan Ibu yang Menuntunnya ke Persija Jakarta

Bagaimana kesan setelah gabung PSIM Jogja?

Saya pribadi sangat senang bisa gabung PSIM. Tim ini punya sejarah panjang dan tentunya punya banyak suporter yang setia memberi dukungan pada tim saat pertandingan kandang maupun tandang.

Sejauh ini proses adaptasi seperti apa? Tim sekarang didominasi dua "kubu" berbeda. Ada sembilan pemain musim lalu dan sebagian besar pemain Bogor FC?

Menurut saya sama saja. Tidak ada lagi pemain lama atau pemain baru. Ini menyangkut kita sebagai bagian tim PSIM. Saya berharap kita bisa berjuang sama-sama untuk mencapai target promosi Liga 1.

Baca Juga: Cerita Si Cantik Ayu Sriartha Berjuang Jadi Pebasket Profesional

Herry Susilo
Herry Susilo (tengah) saat masih berseragam Kalteng Putra pada Liga 2 2018. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

Seberapa besar motivasi Herry bersama PSIM musim ini? Kan bisa dibilang gabung PSIM ini karena ada masalah pada Bogor FC?

Sekarang saya sudah bagian tim PSIM. 100 persen akan saya berikan pada PSIM, bahkan kalau bisa lebih saya akan berikan lebih. Saya akan berupaya memberikan yang terbaik di setiap pertandingan.

Musim lalu duet Herry bersama Fandy Edy membawa Kalteng Putra promosi ke Liga 1 2019. Ada keinginan untuk kembali duet dengan Fandy Edy?

Musim lalu kita sama-sama gabung Kalteng Putra mulai babak 8 besar. Senang tentunya bisa membawa Kalteng Putra mencapai target. Soal apakah musim ini akan duet sama Fandy lagi, saya serahkan pada pelatih. Pelatih yang lebih mengerti kebutuhan tim. Saya siap diduetkan dengan siapapun, termasuk dengan Fandy.

Baca Juga: Zahra Muzdalifah: RA Kartini Sosok yang Menginspirasi Para Wanita di Indonesia

Menurut Herry, bagaimana kiat menghadapi kompetisi Liga 2? Kan musim lalu membawa Kalteng Putra promosi dan musim ini PSIM juga punya target sama?

Saya pribadi melihat Liga 2 itu keras, sangat keras. Kita harus menyimpan segala sesuatunya, keras pokoknya. Kita juga butuh dukungan dari suporter, kita berjuang sama-sama untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Kalau lihat kekuatan tim-tim Liga 2 2019 seperti apa? Kan sekarang pada berlomba-lomba mendatangkan pemain Liga 1?

Tim-tim punya keinginan kuat untuk bisa promosi ke Liga 1. Persaingan pasti lebih ketat dari musim lalu. Kita harus mempersiapkan diri dengan baik agar bisa merealisasikan target. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan)