BolaSkor.com - Liga 2 2018 akan menarik dengan kembalinya Saktiawan Sinaga. Pemain berusia 36 tahun itu memutuskan kembali ke lapangan hijau sebagai pemain setelah tiga tahun menepi.

Tentu bukan hal mudah untuk langsung on fire lagi. Tim pelatih Blitar United menyebut Saktiawan akan sangat menarik berlaga di Liga 2, meski kondisinya mungkin baru mencapai 70 persen.

Sakti menepi dari lapangan hijau mulai Juni 2015 lalu. Otot tendonnya putus setelah bermain tarkam dalam ajang bertajuk Kapolres Cup I di Belawan, Medan. Sejak itu dia sempat menjadi wakil manajer PS TNI yang mengikuti Piala Jendral Sudirman 2015, lalu menjadi pelatih Medan Jaya yang mengikuti Piala Soeratin.

Sebelum cedera, Saktiawan merupakan bomber berbahaya. Dia mencatatkan sembilan caps bersama Timnas Indonesia dengan sumbangan dua gol. Bersama PSMS Medan, puluhan gol sudah diciptakan pemain berjuluk "The Dragon" ini. Pun juga saat berjaya bersama Persik Kediri.

Kini, Sakti ingin bangkit lagi. Dia merasa sudah siap untuk membimbing anak-anak muda Blitar United bertarung di Liga 2. Pemilik lisensi pelatih C AFC ini siap jadi bomber dan pembakar semangat Moh Edo Febriansyah dan kawan-kawan.

Saktiawan Sinaga (kiri). (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

Berikut perbincangan BolaSkor.com dengan Saktiawan Sinaga di Stadion Manahan Solo:

Bagaimana kondisi sekarang setelah cedera panjang?

Ini musim pertama Sakti kembali bermain, setelah sebelumnya istirahat karena cedera. Sakti istirahat sekitar tiga tahun. Sekarang kondisi sudah siap untuk main lagi.

Apa yang membuat Saktiawan memilih Blitar United?

Pak Suimin (Suimin Diharja, pelatih Blitar United) memanggil Sakti ke sini untuk berbagi pengalaman dengan pemain PPLM. Kan pemain-pemain di sini rata-rata masih berusia di bawah 21 tahun. Jadi untuk memberi pengalaman, pemain-pemain seperti Sakti yang dipanggil. Karena Sakti dapat kabar waktu di Bengkulu kemarin, senioritasnya yang kurang.

Bagaimana Saktiawan melihat pemain muda Blitar United?

Tim menunjukkan perkembangan bagus. Saya rasa komunikasi masih kurang. Pengalaman juga kurang. Mereka ini kan dari PPLP, kemudian ke PPLM dan bermain secara bersama-sama. Jadi belum pernah main sendiri di klub nasional. Tapi saya lihat ada banyak pemain yang berkualitas.

Bagaimana melihat peluang di Liga 2 2018?

Pada masa persiapan, tim ini kita banyak lakukan uji coba. Hal ini cukup menguntungkan. Jam terbang pemain muda akan bertambah. Kesalahan elementer yang biasa dilakukan pemain muda sudah dibenahi pak Suimin. Saya rasa mereka akan siap saat kompetisi nanti. Saya yakin tim ini bisa bersaing.

Apakah kedatangan Saktiawan juga termasuk bagian dari tim pelatih?

Tidak, Sakti tidak masuk dalam tim pelatih. Sakti datang ke Blitar United murni sebagai pemain. Sakti diminta untuk menemani pemain-pemain muda ini. Kasih motivasi, bagi pengalaman.

Adakah rencana untuk menjadi pelatih?

Sakti sudah punya lisensi C AFC. Saya dapatkan setelah kursus kepelatihan beberapa bulan lalu. Tapi belum tahu ke depannya seperti apa. Fokus sekarang jadi pemain Blitar United dulu. Sakti ingin memberikan yang terbaik.

Terima Kasih Atas Waktunya, Foto Dulu?

Wah, paling senang aku kalau foto. Ayo Nico kita foto (Nico Malau). (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan/Solo)