BolaSkor.com - Dua laga pramusim menatap musim 2021-2022 telah dijalani Liverpool melawan klub Austria dan Jerman, FC Warker Innsbruck dan VFB Stuttgart. The Reds saat ini menjalani pramusim di Austria.

Di kedua laga itu Klopp memainkan skuad yang berbeda dengan total 22 pemain dan terbagi 11 pemain di masing-masing tim. Kedua laga itu berakhir imbang 1-1. Kontra Innsbruck Divock Origi mencetak gol Liverpool, melawan Stuttgart Sadio Mane menorehkan gol.

Bukan hasil yang dilihat oleh Jurgen Klopp dari laga-laga pramusim itu, melainkan tingkat kebugaran para pemain Liverpool dan manajer asal Jerman itu senang dengannya.

Baca Juga:

Liverpool Terancam Kehilangan Kapten Musim Panas Ini

Liverpool Siap Raup Untung jika Mbappe Menuju Real Madrid

Upaya Man United dan Liverpool Rekrut Barella Hanya Akan Menemui Kesia-siaan

Sesi latihan Liverpool di Austria

"Secara fisik itu semua yang ingin kami lihat, kami harus melakukannya dan itu adalah ujian penting untuk itu," ucap Klopp di laman resmi Liverpool.

"Pertandingan pertama jelas merupakan tim yang sangat muda, Innsbruck melakukannya dengan baik dan jelas dalam momen yang lebih baik daripada kami karena mereka memulai liga pekan depan dan kami memulai pekan lalu dengan pramusim, jadi ini berbeda."

"Pertandingan kedua adalah ujian yang sulit, Stuttgart adalah tim yang sangat bagus. Kami memulai dengan sangat baik dan kemudian kebobolan satu gol. Kemudian kami semakin banyak masuk ke dalam permainan dan mencetak gol yang sangat bagus."

"Saya sangat senang tentang itu, semuanya baik-baik saja. Saya melihat apa yang saya harapkan, sebenarnya - akan aneh jika saya berdiri di sini dan berkata, 'Ya Tuhan, saya tidak tahu kami bisa bermain sepak bola seperti ini' tapi saya baik-baik saja dengan itu dan sekarang kami terus bekerja."

Wild Press

Gegenpressing atau permainan pressing (menekan lawan kala mereka mengontrol bola) lalu merebut bola dan melakukan serangan balik cepat merupakan gaya main Liverpool selama enam tahun dengan Jurgen Klopp.

Jadi, tidak heran jika pressing itu terus menjadi pola utama permainan Liverpool dari sesi pramusim. Kali ini Klopp menempatkan dua skuad berbeda untuk melihat bagaimana para pemain melakukan 'wild press'.

Hal itu dapat diartikan sebagai cara Liverpool bermain pressing atau menekan, tetapi lebih liar atau tanpa batasan. Kedua skuad itu bersaing untuk melihat tim mana yang lebih banyak memenangi perebutan bola.

"Dari sudut pandang sepak bola, jelas banyak ruang untuk perbaikan; saya melihat banyak tekanan liar (wild press)," tambah Jurgen Klopp.

"Kami menginginkan press yang liar, kami memiliki sedikit persaingan antara kedua tim untuk melihat siapa yang memenangkan bola lebih banyak dan berapa banyak counter-press yang kami miliki. Kami harus memikirkan hadiah yang akan dimenangkan tim!"

Menerapkan wild press di kompetisi liga cukup 'gila' karena para pemain rentan cedera dan letih di kala musim baru berjalan, tetapi di sesi pramusim hal itu dapat membentuk kebugaran yang lebih baik sebelum musim baru dimulai. Pemain anyar Liverpool Ibrahima Konate juga bermain kala melawan Stuttgart.