BolaSkor.com - Juara bertahan Premier League, Chelsea, dihadapkan pada tantangan terberat musim ini kala menyambangi Camp Nou, markas Barcelona, di leg kedua 16 besar Liga Champions. Chelsea wajib mencetak gol karena agregat gol saat ini 1-1. Barca memiliki keunggulan agresivitas gol tandang.

Chelsea harus mencetak gol jika ingin menjaga asa lolos ke perempat final Liga Champions, dengan skor ideal: 1-0 atau 2-2. Mewujudkannya takkan mudah. Kecil kemungkinan Chelsea akan bermain terbuka melawan Barcelona. Permainan nekat seperti itu sama dengan istilah "cari mati" karena daya serang Barca yang dimotori Lionel Messi dan Luis Suarez.

Permainan paling logis yang mungkin diterapkan Chelsea adalah memainkan gaya main seperti di leg pertama: mengandalkan serangan balik dan situasi bola mati. Konsentrasi para pemain Chelsea akan dituntut oleh Antonio Conte kala bertahan, memainkan high pressing, serta berusaha seefektif mungkin ketika menyerang.

Solid ketika bertahan dan efisien ketika menyerang. Dua hal inilah yang diungkapkan winger Chelsea, Willian, dalam konferensi pers menjelang pertandingan. Secara tidak langsung, Willian menjabarkan taktik Chelsea di depan media.

"Leg pertama telah menjadi masa lalu. Laga besok akan sangat sulit. Kami menduga Barcelona akan memiliki banyak penguasaan bola. Kami harus memainkan laga yang sempurna untuk melaju. Kami datang ke sini untuk melakukan pekerjaan yang sama seperti yang kami lakukan di Stamford Bridge," papar Willian di Sport-English, Rabu (14/3).

"Kami tahu Barcelona selalu akan memiliki banyak penguasaan bola, mereka suka menguasai bola, untuk bermain dan Anda tahu itu. Seperti yang telah saya katakan, dengan bola, kami harus lebih klinikal. Tanpa bola, kami harus bertahan dengan kompak. Kami harus melakukan pekerjaan yang sama karena kami tahu, lapangan di sini besar dan kami harus tetap bersama, tidak kebobolan dan juga menyerang dari serangan balik," terangnya.

Efektivitas dalam mengonversi peluang menjadi gol tentunya diharapkan Conte, begitu juga fans Chelsea, dari Willian, Eden Hazard, atau Pedro Rodriguez. Khususnya Willian, yang nyaris mencetak hattrick di leg pertama.