BolaSkor.com - Satu pekan terakhir Real Madrid diterpa isu miring. Ya, sang megabintang, Cristiano Ronaldo dikabarkan akan hengkang setelah tak puas menerima janji palsu. Namun, bak petir di siang bolong, justru Zinedine Zidane yang mengumumkan pengunduran diri.

Zidane mengumumkan akan meninggalkan Real Madrid setelah menjadi pelatih sejak 4 Januari 2016. Ketika itu, Zizou menggantikan Rafael Banitez yang dinilai gagal membawa Los Blancos ke jalur juara.

Dalam konferensi persnya, Zidane menjelaskan ingin memulai tantangan baru dengan klub lain. Meskipun, dia mengakui jika keputusan tersebut akan terasa mengejutkan bagi banyak pihak.

"Setelah tiga tahun diperlukan perubahan. Sesuatu dan pesan yang berbeda. Saya tahu ini merupakan momen yang aneh bagi beberapa orang. Namun, saya pikir ini adalah keputusan yang tepat," jelas Zidane seperti dilansir AS, Kamis (31/5).

Kepergian Zidane tentu menjadi pukulan keras bagi Real Madrid. Bukan hanya karena waktunya yang mendadak, namun pelatih asal Prancis itu mampu meramu strategi dan meredam ego pemain bintang yang dimiliki El Real.

Ketika masih menjadi pemain, Zidane telah merasakan puncak karier. Dia pernah dinobatkan sebagai pemenang Ballon d'Or 1998 setelah bermain apaik bersama Juventus. Selain itu, pria yang identik dengan kepala plontos itu juga memenangi Liga Champions dan La Liga ketika membela panji El Real.

Ketika membela Prancis, sinar Zidane tak meredup. Sang pemain menjadi satu di antara kunci keberhasilan Prancis memenangi Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

"Di Prancis, semua orang percaya Tuhan ada dan Dia berada di tim nasional Prancis," ungkapan hati Thierry Henry ketika mengomentari Zinedine Zidane.

Pada akhirnya, Zidane memutuskan untuk pensiun di Real Madrid setelah gonta-ganti klub seperti Juventus, FC Girondins Bordeaux dan Cannes.

Berbeda dengan karier sebagai pemain, sepak terjang Zidane di dunia kepelatihan masih seumur jagung. Ketika ditunjuk menjadi pelatih Madrid, Zidane hanyalah arsitek dari tim muda Los Blancos, Real Madrid Castilla.

Bakat Zidane menjadi pelatih mulai terlihat ketika menjadi direktur olahraga Real Madrid pada 2011. Ketika itu, Zidane mampu menemukan wonderkid untuk dibawa ke Santiago Bernabeu. Setelah itu, jalannya menjadi orang nomor satu di Real Madrid terbilang mulus.

Di bawah asuhan Zidane, Los Blancos menjadi tim yang mendominasi Eropa. Madrid memenangi empat gelar Liga Champions dalam lima musim terakhir.

Sementara itu untuk sektor domestik, pelatih 45 tahun itu membawa El Real merengkuh masing-masing satu gelar La Liga, Copa del Rey dan Piala Super Liga Spanyol. Adapun dua trofi Piala Dunia Antarklub dan dua Piala Super Eropa berhasil didaratkan ke Santiago Bernabeu.