BolaSkor.com - AC Milan membatalkan kesepakatan dengan Ralf Rangnick yang sempat ditunjuk menangani tim untuk musim 2020-2021. Ternyata Zlatan Ibrahimovic turut berpengaruh di balik keputusan ini.

Kesepakatan Milan dan Rangnick dikabarkan sudah terjalin sejak jauh hari saat musim lalu masih bergulir. Pria asal Jerman itu bahkan akan diberi wewenang luas menentukan aktivitas transfer Rossoneri.

Namun situasi berubah seiring membaiknya performa Milan selama masa pandemi. Rival sekota Inter itu mengakhiri musim tanpa terkalahkan sehingga mendapat tiket ke Liga Europa.

Melesatnya performa Milan membuat petinggi klub didesak memperpanjang kontrak Stefano Pioli sebagai pelatih. Hal itu kemudian terwujud pada akhir Juli lalu yang otomatis membatalkan kesepakatan dengan Rangnick.

Baca Juga:

Tak Hanya Bakayoko dan Torreira, AC Milan Juga Hubungi Gelandang Fulham

AC Milan Ikut Terkena Efek Domino Memphis Depay ke Barcelona

Resmi Gabung AC Milan, Sandro Tonali Kenakan Nomor Punggung Gennaro Gattuso

Ralf Rangnick

Rangnick mengaku perpanjangan kontrak Pioli bukan alasan utama dirinya batal menangani Milan. Ia justru menyebut kehadiran Ibrahimovic sebagai penyebabnya.

Meski begitu, Rangnick mengaku tak punya masalah dengan Ibrahimovic. Ia justru mempertanyakan kebijakan Milan masih mengandalkan penyerang berkebangsaan Swedia itu yang sangat bertolak belakang dengan visinya.

“Ini bukan tentang saya tidak menyukai Ibrahimovic. Di usia 38, dia masih dalam kondisi yang fantastis dan bisa menjadi penentu untuk memenangkan pertandingan,” kata Rangnick kepada Financial Times.

“Namun pertanyaannya adalah jalur mana yang ingin Milan tuju? Bagi saya, penandatanganan Ibrahimovic pada saat itu merupakan sebuah kontradiksi dengan cara yang (dikatakan pemilik) mereka untuk maju."

Rangnick memang dikenal sebagai juru taktik yang gemar mengandalkan pemain muda. Hal itu sukses ia terapkan bersama RB Leipzig.

Pria berusia 62 tahun itu nampaknya sudah mengikat janji dengan petinggi Milan terkait rencana klub di masa depan. Wajar jika ia merasa dibohongi karena kebijakan klub yang bertolak belakang.