BolaSkor.com - Tidak ada waktu istirahat bagi tim-tim yang lolos ke fase gugur atau 16 besar Piala Dunia 2022. Pasalnya selepas fase grup berakhir tidak ada jeda dan fase 16 besar langsung dimainkan, dimulai dengan laga Belanda melawan Amerika Serikat.

Laga Belanda kontra Amerika Serikat dimainkan pada Sabtu (03/12) pukul 22.00 WIB, dilanjutkan dengan laga Argentina kontra Australia di Ahmad bin Ali Stadium, Minggu (04/12) pukul 02.00 dini hari WIB.

Argentina merupakan salah satu tim favorit juara setelah finish dari penyisihan grup sebagai pemuncak klasemen, meski di awal laga sempat kalah mengejutkan lawan Arab Saudi. Sementara lawannya, Australia, tim non unggulan.

Tentu saja sorotan laga nanti juga terarah kepada megabintang Argentina, Lionel Messi. Penilik tujuh Ballon d'Or mulai menemukan performa terbaiknya setelah memecahkan rekor legenda Argentina, Diego Maradona.

Baca Juga:

Bintang Laga Polandia Vs Argentina: Alexis Mac Allister Meringankan Beban Tim Tango

Hasil dan Klasemen Akhir Grup C Piala Dunia 2022: Argentina Juara Grup, Polandia Dinaungi Keberuntungan

Belajar dari Pengalaman, Lionel Messi Enggan Pandang Australia Sebelah Mata

Messi jadi pemain tertua yang menciptakan lima peluang atau lebih dan juga menyelesaikan lima dribel atau lebih di satu laga Piala Dunia. Dia juga melewati Maradona dengan jumlah laga terbanyak yang dimainkan di Piala Dunia (22 kali).

Bek Australia, Milos Degenek, tahu akan ancaman yang dihadapi pertahanan Australia dengan kualitas yang dimiliki Messi. Degenek respek kepadanya tapi ia dan tim tidak takut menghadapi Messi, sebab La Pulga hanya manusia biasa.

"Saya selalu mencintai Messi dan saya pikir dia adalah pemain terhebat yang pernah ada. (Tapi) bukan suatu kehormatan untuk bermain melawan dia karena dia hanya manusia biasa, seperti kita semua," tutur Degenek dikutip dari ESPN.

"Merupakan suatu kehormatan untuk berada di babak 16 besar Piala Dunia. Itu suatu kehormatan tersendiri. Apakah kami melawan Argentina atau kami akan bermain melawan Polandia, tetap merupakan suatu kehormatan untuk mewakili Australia di babak 16 besar Piala Dunia."

Status non unggulan Australia juga membantu mereka untuk tampil tanpa beban. Itu diakui oleh striker Australia, Mat Leckie, dapat membantu timnya tampil segenap kemampuan melawan Albiceleste.

"Ini pertandingan 90 menit, mungkin 120. Dan ini adalah pertandingan sistem gugur. Karena tidak ada yang mengharapkan kami berada di sini, kami (dapat) memberikan segalanya kepada mereka dan tidak ada tekanan bagi kami," tambah Leckie.

“Saya berkata kepada semua pemain yang memimpin turnamen ini, saya percaya Anda akan mendapatkan yang terbaik dari diri Anda (ketika Anda) melakukan apa yang telah Anda lakukan sepanjang karier Anda untuk sampai ke sini dan mengekspresikan diri Anda."

"Kami tidak memiliki tekanan, kami hanya perlu menikmati momen dan menikmati kesempatan. Tidak ada yang mengharapkan kami untuk menang. Jadi, mari mengejutkan dunia."

"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit, bermain melawan pesepak bola terbaik yang pernah ada. (Tapi) ini 11 melawan 11. Tidak ada 11 melawan Messi, ada satu," urai Leckie.