BolaSkor.com - Induk Sepak Bola Dunia, FIFA, akan membantu Indonesia dalam mengemas sepak bola Indonesia lebih baik lagi pasca Tragedi Kanjuruhan. Ini berdasarkan Surat FIFA yang ditandatangani Presiden FIFA, Gianni Infantino kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Presiden Jokowi menyebut isi surat tersebut sebagai Transformasi Sepak Bola Indonesia, dalam pidatonya di Istana Negara, Jumat (7/10) malam WIB.

Baca Juga:

Presiden Jokowi: Sepak Bola Indonesia Tidak Dikenai Sanksi oleh FIFA

Tragedi Kanjuruhan Makan Ratusan Korban, FIFA Bakal Kunjungi Indonesia

FIFA

Ada lima poin penting yang ditekankan FIFA, yakni Standar Keamanan Stadion, Protokol dan Prosedur Kepolisian serta Steward, Interaksi Sosial, Jadwal Pertandingan, dan Pendamping dan Pembanding.

Nantinya, FIFA, Pemerintah Republik Indonesia, AFC, dan PSSI merumuskan poin Transformasi Sepak Bola Indonesia untuk selanjutnya menjadi kebijakan.

"FIFA akan berkantor di Indonesia. Nanti Presiden FIFA bulan Oktober atau November akan berkunjung ke Indonesia berdiskusi dengan pemerintah," kata Presiden Jokowi.

Berikut 5 Poin Lengkap Transformasi Sepak Bola Indonesia:

1. Standar Keamanan Stadion

A. Meninjau secara komprehensif dan meningkatkan standar keselamatan stadion skala nasional, Internasional, dan fasilitas terkait Indonesia.

B. Fokus khusus menempatkan pemisah antara polisi, personel keamanan internal, suporter, dan pemain sebelum selama, serta setelah pertandingan.

C. Meningkatkan sistem keamanan dan fasilitas di stadion.

2. Protokol dan Prosedur Kepolisian serta Steward

A. Membuat standar protokol sebelum dan sesudah pertandingan dalam hal manajemen kerumunan sebelum, selama, dan sesudah pertandingan, yang melibatkan polisi, steward, serta pengamanan internal, sesuai dengan keselamatan stadion
internasional.

B. Melakukan implementasi kebijakan keamanan dengan cara pelatihan yang disesuaikan dalam acara olahraga berbagai format dan ukuran.

3. Interaksi Sosial

A. Melakukan diskusi dan sosialisasi dengan para klub terkait kebijakan yang sudah diuraikan di atas.

B. Suporter harus diundang untuk menjadi bagian dari reformasi, memberikan saran dari mereka, serta melalui kesepakatan dan kerangka kerja yang bertujuan menghindari risiko kekerasan yang lebih tinggi.

C. Proses ini harus difasilitasi melalui database suporter dan klub PSSI.

4. Jadwal Pertandingan

A. Penjadwalan ulang waktu pertandingan dengan tujuan menghindari risiko tertentu.

B. Ini mencakup pertimbangan jadwal pertandingan selambat-lambatnya pukul 5 sore di televisi pada hari Sabtu dan Minggu, yang mencerminkan kolerasi waktu kick-off sebelumnya dan pengurangan insiden peristiwa kekerasan di tempat lain.

C. Ini juga berguna mengurangi risiko tekanan pada infrastukur transportasi umum. Serta memfasilitasi suporter bisa datang atau meninggalkan stadion menggunakan transportasi umum. Hal ini akan lebih mudah dan aman.

D. Jadwal pertandingan harus konsisten dan terkoordinasi kehadiran personel keamanan untuk mendukung pertandingan.

E. Mengkampanyekan kesadaran suporter dan masyarakat umum atas kebijakan yang sudah dirumuskan, agar dapat mengantisipasi potensi masalah.

5. Pendamping dan Pembanding

A. Melibatkan lembaga atau pakar internasional di bidang keselamatan keamanan stadion, dilakukan untuk menerapkan tolok ukur sistematis praktik secara internasional.

B. Para tim pendamping (lembaga atau pakar) dibentuk dari kumpulan para ahli, guna memberikan saran langsung dalam berbagai tindakan yang akan diambil sebagai bagian dari reformasi yang lebih luas.