BolaSkor.com - Kisah yang menarik di LaLiga musim 2019-20 adalah lolosnya Granada ke Liga Europa League. Ini merupakan kali pertama dalam sejarah Granadaakan bermain di kompetisi Eropa.

Pencapaian ini semakin layak untuk dipuji mengingat mereka mencatatkan rekor tersebut sebagai tim yang baru promosi musim panas lalu.

Bagaimana mereka melakukannya? Apa kunci keberhasilan Granada? Berikut lima faktor penting bagi Granada untuk menyelesaikan musim di peringkat ketujuh.

Baca Juga:

Kepindahan Lionel Messi ke Inter Milan Masih Sebatas Khayalan

Sepak Bola Spanyol Kembali Dihantam Virus Corona, Real Madrid Bersiap Perpanjang Pemotongan Gaji Pemain

Eden Hazard Dianggap Tenggelam di Real Madrid


1. Diego Martinez

Diego Martinez adalah pelatih termuda di divisi teratas sepak bola Spanyol. Meskipun baru berusia 39 tahun, Martinez telah melatih nyaris dua dekade dan menukangi tim asal Granada di mana dia pernah mengambil beberapa peran di tim lokal seperti Arenas dan Motril.

Kemudian dia pindah ke Sevilla sebagai asisten pelatih dan pelatih di akademi yang berhasil mengamankan jatah promosi bagi tim B dan membawa mereka ke posisi 13 klasemen kasta kedua sepak bola Spanyol.

Setelah satu tahun di Osasuna, Martinez kemudian datang ke Granada pada musim panas 2018. Martinez membawa mereka finis di posisi kedua klasemen Divisi Segunda untuk mengamankan promosi ke kasta teratas.

Baginya, ini adalah pengalaman perdananya sebagai pelatih kepala di divisi teratas, tapi hal tersebut tidak menganggunya. Dia mencatatkan musim yang sukses. Mengusung 4-2-3-1 sebagai formasi favoritnya di hampir seluruh pertandingan musim ini, dia memperlihatkan inisiatif untuk mengombinasikan formasi tersebut dan mencoba menempatkan tiga pemain bertahan atau dua penyerang tengah.

Granada benar-benar memiliki pelatih yang handal untuk memimpin.

2. Konsistensi

Hal yang menarik tentang perjalanan Granada menuju posisi ketujuh adalah semua itu tidak datang sebagai hasil dari satu performa yang impresif. Mereka memulai dengan baik, dengan tiga kemenangan beruntun pada pekan ketiga, empat dan lima, termasuk kemenangan 2-0 atas Barcelona.

Tapi, setelah itu, Granada tidak pernah lagi memenangkan lebih dari dua pertandingan LaLiga berturut-turut sepanjang musim. Kuncinya adalah bahwa mereka juga tidak pernah mengalami kekalahan beruntun.


3. Kontrak Permanen

Saat terdegradasi dari LaLiga pada musim 2016-17, Granada memiliki 18 pemain pinjaman. Pada akhir musim, mereka hanya mampu mengoleksi 20 poin. Klub sadar bahwa pemain pinjaman terlalu banyak.
Memang, memiliki pemain pinjaman bertalenta akan selalu membantu, tetapi menjadi tidak sehat di saat mayoritas anggota skuad menyadari bahwa mereka tidak akan lagi bermain musim selanjutnya.

Tahun ini, Granada hanya memiliki tujuh pemain pinjaman, jumlah yang lebih masuk akal. Hal tersebut berarti mayoritas pemain dalam skuad berada dalam kontrak permanen dan memiliki ikatan yang lebih kuat terhadap klub.


4. Pertahanan yang kokoh

Pertahanan Granada yang brilian telah menjadi kunci kesuksesan mereka musim ini. Mereka melakukan hal tersebut dengan pasangan bek tengah yang baru, pemain veteran, German Sanchez dan Domingos Duarte yang diboyong dari Sporting.

Mereka bermain dengan sangat baik, dengan Sanchez yang nyaman dalam perjalanannya ke LaLiga bersama Duarte yang bermain impresif. Bahkan Duarte mendapat panggilan dari timnas Portugal untuk pertama kali dalam kariernya.

Di belakang mereka ada Rui Silva, salah satu kiper terbaik musim ini.


5. Kemunculan Carlos Fernandez

Ini adalah musim penuh pertama penyerang berusia 24 tahun, Carlos Fernandez, di LaLiga. Dia telah membuktikan kehebatannya dengan 11 gol di LaLiga, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak bagi klub.

Sebelumnya dia bekerja bersama Diego Martinez di tim Sevilla B dan sang pelatih menyadari potensi yang dapat diberikan bagi tim. Fernandez direkrut sebagai pinjaman pada musim 2019-20 dari Sevilla. Catatan gol Fernandez menjadi istimewa mengingat dia terkadang harus bermain di luar posisinya karena pemain veteran, Roberto Soldado memimpin di depan.

Meskipun begitu, mereka membuat duet serangan yang berbahaya dan sekarang Granada berharap mereka dapat memilikinya untuk perjalanan di kompetisi Eropa musim depan.