BolaSkor.com - Persis Solo merupakan klub yang punya nama besar di era perserikatan. Namun, mereka sempat "dilupakan" karena kehadiran tim-tim asal Jakarta di Kota Solo. 15 tahun terakhir merupakan masa kebangkitan Laskar Sambernyawa.

Kebangkitan Persis Solo dimulai pada Divisi 2 2005 lalu. Setelah Arseto bubar tahun 1998, lalu Pelita dan Persijatim meninggalkan Kota Solo, Persis mulai mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah kota dan para pegiat sepak bola Kota Bengawan.

Persis Solo mendapat dukungan penuh meski hanya main di Divisi 2 2005. Diperkuat mantan kapten Timnas, Agung Setyabudi, Persis Solo hanya menduduki peringkat tiga fase grup. Sejatinya, Persis Solo batal promosi.

Persis Solo dapat tiket promosi setelah PSSI menambah kuota tim Divisi 1 2006. Akhirnya, tim besutan Hartono Ruslan promosi bersama PSKPS Padang Sidempuan, PSB Bogor dan Persikubar Kutai Barat. Total ada sebelas pemain yang dipromosikan.

Dari situlah perjalanan kedua Persis Solo dimulai. Mereka mendatangkan pemain-pemain berkualitas, untuk mendampingi anak-anak lokal. Hasilnya, bersama pelatih asal Jawa Timur, Hanafi, Persis Solo lolos ke Divisi Utama 2007 sebagai runner up Divisi Satu 2006.

Meski numpang lewat di kasta tertinggi, Persis Solo memiliki deretan pertandingan tak terlupakan. Laga ini selalu dikenang suporter Persis Solo karena dramatis, atau menang dengan skor besar.

Berikut Bolaskor.com merangkum lima partai tak terlupakan Persis Solo :

1. Persija Jakarta 13-0 Persis Solo (1954)

Inilah kekalahan terbesar Persis Solo di kompetisi perserikatan. Gagah saat memenangi zona Jawa Tengah dengan menjadi jawara mengalahkan PSIS Semarang, Persis Solo malah hancur lebur di putaran nasional.

Persis Solo dilibas Persija di Surabaya pada 19 November 1954. Menurut catatan RSSSF, gol Persija dicetak Pietersen (6 gol), Hassan (4 gol), Djamiat (2 gol) serta satu gol bunuh diri Ping Tjiang.

Kala itu, Persija begitu tangguh karena diperkuat pemain-pemain Timnas Indonesia untuk ASIAN Games 1954, seperti Djamiat Dalhar. Selain dibantai Persija, pada musim itu Persis Solo pun dilibas Persebaya 5-0.

Persis Solo mengakhiri babak nasional sebagai juru kunci dengan koleksi satu poin. Dalam lima pertandingan, Persis Solo kebobolan 27 kali. Sementara barisan depan hanya menceploskan lima gol.

Bagi para pegiat sejarah Persis Solo, partai ini merupakan salah satu yang dikenang. Namun, tak banyak orang tahu atau pun membahas laga ini lantaran terjadi puluhan tahun yang lalu.

Baca Juga:

5 Striker Tajam PSIS Semarang Sepanjang Masa

5 Laga Paling Bersejarah Persib Bandung

2. Persis Solo 5-0 Persebaya Surabaya (2007)

Persis Solo. (Istimewa)

Persis Solo pernah melibas tim kuat Persebaya dengan skor mencolok 5-0 pada Divisi Utama 2007. Kemenangan ini terjadi di Stadion Manahan Solo, pada 24 Maret 2007. Kemenangan ini sebagai pembalasan setimpal setelah dikalahkan Persebaya pada final Divisi Satu 2006.

Selain itu, kemenangan telak ini juga menjadi pengobat luka. Pada partai sebelumnya melawan Persekabpas Pasuruan, Persis Solo takluk 2-4. Padahal, pada paruh pertama, Persis Solo unggul 2-0, sebelum diberondong empat gol pada babak kedua.

Greg Nwokolo menjadi kreator dalam kemenangan ini. Dua gol dicetak Greg pada menit ke-61 dan 75. Alvin Kie turut mencetak dua gol menit ke-10 dan 80. Sementara satu gol lain dicetak Rudi Widodo menit ke-25.

Laga ini disaksikan lebih dari 20 ribu suporter Persis Solo. Inilah kemenangan terbesar Persis Solo atas tim Bajul Ijo. Setiap tanggal 24 Maret, masih ada pembahasan mengenai laga di media sosial Facebook, Twitter maupun Instagram.

3. Persis Solo 3-2 PSM Makassar (2007)

Laga ini menjadi salah satu yang paling dramatis dialami Persis Solo pada Divisi Utama 2007. Kedua tim sama-sama menunjukkan ketidakpuasan pada kinerja wasit Anang S.

Persis Solo bermain tanpa Greg Nwokolo, Hary Saputra dan Agung Setyabudi. Ketiga pemain kunci ini absen karena akumulasi kartu. Tanpa mereka, PSM sejatinya lebih diunggulkan untuk mencuri poin di Stadion Manahan Solo pada 22 Agustus 2007.

PSM memimpin 2-1 pada paruh pertama. Mereka mencetak dua gol lewat Saibo Badarou dan gol bunuh diri bek Persis, Anam Syahrul Fitrianto. Sementara gol Persis dicetak Frank Seator.

Namun Laskar Sambernyawa mengamuk pada awal babak kedua. Rudi Widodo menjebol gawang Samsidar lewat tendangan kerasnya. Frank Seator kemudian menjadi mimpi buruk PSM. Sundulan mantan pemain Persija Jakarta ini membawa Persis berbalik memimpin 3-2.

Pada masa tambahan waktu, Seator sejatinya kembali menjebol gawang PSM. Namun gol ini tak disahkan wasit karena ada pemain Persis lain terjebak offside. Situasi ini sempat diprotes keras pemain Persis Solo.

Jelang laga usai, giliran pemain PSM memprotes wasit. Mereka tak puas karena wasit tak menghukum Persis dengan penalti, setelah diklaim terjadi handsball di kotak terlarang. Laga ini pun kemudian berakhir dengan skor 3-2.

Usailaga, protes pemain PSM belum berhenti. Petugas keamanan bahkan harus mengamankan pengadil lapangan lantaran jadi sasaran protes keras pemain dan ofisial PSM.