BolaSkor.com - Pelatih berusia 55 tahun, Jurgen Klinsmann, mengejutkan publik Eropa ketika baru-baru ini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih Hertha Berlin. Kabar itu tak terduga karena ia baru melatih klub Ibu Kota Jerman selama 76 hari sejak menggantikan Ante Covic.

Pelatih berusia 55 tahun mengundurkan diri karena menilai tidak adanya sinergi di internal Hertha Berlin untuk bersama berjuang lolos dari zona degradasi Bundesliga.

"Kami berada di jalur yang bagus dan meskipun pertandingan sulit, (tim) telah beranjak enam poin dari zona degradasi. Saya benar-benar yakin bahwa Hertha akan bertahan di Bundesliga," papar Jurgen Klinsmann dalam pernyataannya, dilansir dari Guardian.

"Tetapi untuk tugas itu agar bisa diselesaikan, sebagai pelatih kepala saya membutuhkan kepercayaan dari semua yang terlibat. Dalam perjuangan menjauh dari zona degradasi yang butuh persatuan, solidaritas, dan konsentrasi adalah elemen kunci."

Baca Juga:

76 Hari Melatih Hertha Berlin, Jurgen Klinsmann Mengundurkan Diri

Vinicius Bicara soal Tiga Pelatihnya di Madrid: Lopetegui, Solari, dan Zidane

Jurgen Klinsmann

"Jika mereka tidak dijamin maka saya tidak bisa mewujudkan potensi penuh saya sebagai pelatih dan tidak bisa memenuhi tanggung jawab saya," sambungnya.

Masa bakti singkat itu unik karena Klinsmann sebelumnya pernah menuturkan ambisinya untuk membangkitkan performa tim, membentuk tim dengan berisikan skuat muda dan punya hasrat kuat untuk sukses.

Jurgen Klinsmann bukan satu-satunya pelatih atau manajer dengan masa bakti melatih tersingkat di Eropa. BolaSkor.com merangkum beberapa nama di antaranya dari berbagai sumber. Berikut penjabarannya:

1. Frank de Boer

Frank de Boer

Pelatih asal Belanda dua kali merasakan periode singkat melatih klub. Pertama dengan Inter Milan pada 2016. Menggantikan Roberto Mancini, Frank de Boer teken kontrak tiga tahun. Tapi, serangkaian hasil minor memaksa klub memecatnya setelah 85 hari memimpin Nerazzurri.

Setahun berselang, De Boer melatih Crystal Palace menggantikan Sam Allardyce pada 26 Juni. Namun nasibnya tidak jauh berbeda seperti saat melatih Inter. Saudara Ronald de Boer itu hanya melatih Palace selama 10 pekan setelah klub menelan kekalahan di empat laga beruntun Premier League.

Kini, legenda sepak bola Belanda melatih klub MLS (Major League Soccer), Atlanta United. De Boer melatih Atlanta sejak 2018.

2. Julen Lopetegui

Julen Lopetegui

Penunjukkannya sebagai pelatih Real Madrid pada 2018 memicu kontroversi, sebab Julen Lopetegui masih melatih timnas Spanyol kala itu dan menjelang Piala Dunia 2018. RFEF memecat Lopetegui dan menggantinya dengan Fernando Hierro.

Sayang, peruntungan Lopetegui bersama Real Madrid tak berjalan mulus. Menyusul serangkaian hasil buruk yang diterima Madrid, Lopetegui dipecat pada Oktober 2018 pasca kekalahan telak 1-5 Madrid dari Barcelona di El Clasico. Lopetegui digantikan oleh Santiago Solari.

3. Marcelo Bielsa

Marcelo Bielsa

Ini bisa jadi masa bakti tersingkat bersama klub. Pada 6 Juli 2016 Lazio menunjuk Marcelo Bielsa sebagai pelatih dan dua hari kemudian ... Bielsa mengundurkan diri sebagai pelatih klub.

Pelatih asal Argentina beralasan klub tak mampu memberikannya pemain yang diinginkan, plus ia tak merasa mendapatkan dukungan di bursa transfer pemain. Lazio membawanya ke ranah hukum dan coba melaporkan Bielsa karena pelanggaran kontrak plus menuntutnya sebesar 50 juta euro.

Setahun setelahnya Bielsa melatih Lille selama semusim dan kemudian membesut klub tradisional Inggris, Leeds United. Sejak 2018 sampai saat ini Marcelo Bielsa masih melatih Leeds.

4. Bob Bradley

Bob Bradley

Mantan pelatih timnas Amerika Serikat (2006-2011) membesut Swansea City pada 2016 menggantikan Francesco Guidolin. Dia jadi sosok pertama dari Amerika Serikat yang melatih klub Premier League. Namun dua bulan dari penunjukkannya itu, Bob Bradley dipecat.

Swnasea menelan tujuh kekalahan, dua hasil imbang, dan hanya dua kali menang hingga akhirnya Bradley dipecat. Menurut Bradley, pemilik klub, Steve Kaplan dan Jason Levien, memecatnya karena terpengaruh atmosfer negatif dari publik.

5. Marco Giampaolo

Marco Giampaolo

Memimpin tujuh laga AC Milan pada awal musim 2019-20, Marco Giampaolo menelan empat kekalahan dan tiga kemenangan. Penampilan Rossoneri mengkhawatirkan dan ia pada akhirnya dipecat meski baru ditunjuk melatih klub pada 19 Juni 2019.

Eks pelatih Sampdoria belum melatih klub lagi saat ini. Milan menunjuk Stefano Pioli sebagai pelatih Alessio Romagnoli dan kawan-kawan.