BolaSkor.com - Liga 1 2021/2022 memang sudah berjalan pada 27 Agustus 2021. Akan tetapi, saat ini muncul permasalahan baru di tengah berjalannya kompetisi. Bukan masalah protokol kesehatan atau lainnya, melainkan masalah lisensi kepelatihan.

Dari regulasi yang ada seharusnya pada Liga 1 2021/2022, seluruh tim harus memiliki pelatih kepala dengan lisensi AFC Pro. Namun nyatanya, ada tiga tim yang hingga kompetisi berjalan masih menggunakan pelatih dengan lisensi A AFC.

Ketika tim tersebut adalah Bali United (Stefano Cugurra), Persiraja Banda Aceh (Hendri Susilo), da ada PSIS Semarang (Imran Nahumarury).

Namun dari ketiganya, ada perbedaan dari Imam Nahumarury. Legenda Persija jakarta itu sementara memegang kendali PSIS sebagai pelatih kepala, usai Dragan Djukanovic hengkang ke klub Yunani. Sisanya Teco d an Hendri Susilo merupakan pelatih kepala.

Baca Juga:

Terbentur Lisensi AFC Pro, PSSI Bicara Nasib Tiga Pelatih Klub Liga 1

Ini Jadwal Seri Pertama Liga 1 2021/2022

PSSI seharusnya tegas dengan masalah regulasi pelatih ini. Jika memang tidak bisa mendatangkan pelatih asing yang memiliki lisensi tersebut. Sebenarnya Indonesia juga memiliki 6 pelatih berlisensi AFC Pro yang masih menganggur.

BolaSkor.com mencoba menjabarkan keenam pelatih berlisensi AFC Pro yang seharusnya bisa melatih klub Liga 1 2021/2022, berikut penjelasan singkatnya:

1. Liestiadi

Liestiadi merupakan salah satu pelatih yang sudah memiliki lisensi AFC Pro sejak tahun 2018 lalu. Akan tetapi meski memiliki lisensi tersebut, Liestiadi tidak melatih di Liga 1. Semenjak memiliki AFC Pro, ia hanya menangani Celebest FC, Persib Bandung B, dan PSIM Yogyakarta.

Liestiadi. (Istimewa)


2. Hanafing

Hanafing merupakan salah satu mantan pemain Timnas Indonesia yang berhasil membawa medali emas SEA Games 1991 lalu. Sampai saat ini Hanafing belum terlihat dalam menangani tim. Justru sekarang ia hanya menjadi Direktur Teknik dari PS Hizbul Wathan.

3. Syafrianto Rusli

Syafrianto Rusli merupakan pelatih asal Sumatera Barat. Sama seperti pelatih lainnya, ia mendapatkan lisensi AFC Pro pada tahun 2018 silam. Setelah mendapatkan gelar tersebut, terakhir Syafrianto Rusli hanya menangani Semen Padang di tahun 2019 silam.

Syafrianto Rusli. (Istimewa)


4. Yeyen Tumena

Siapa yang tidak mengenal Yeyen Tumena sebagai pemain. Ia pernah bermain untuk Persija Jakarta, PSM Makassar, bahkan Timnas Indonesia. Namun karirnya sebagai pemain tidak menular ketika dia menjadi pelatih. Ia pernah memimpin Bhayangkara FC tahun 2019.

Tidak hanya itu saja, ketika Simon McMenemy menjadi pelatih Timnas Indonesia, ia pun diikutsertakan dalam sebagai asisten. Namun kini Yeyen tidak memiliki klub untuk di latihnya.

Yeyen Tumena. (PSSI)


5. Emral Abus

Emral telah melahirkan banyak pelatih sepak bola di Indonesia, seperti Djadjang Nurdjaman, Indra Sjafri, Aji Santoso, Nil Maizar, Salahudin, Jafri Sastra, Kas Hartadi, dan yang lainnya. Ia juga merupakan salah satu Instruktur AFC di Indonesia.

Emral sempat menangani Persib Bandung dan Bali United di ajang Piala AFC. kini pelatih asal Pesisir Selatan ini masih belum memiliki klub,

6. Wolfgang Pikal

Pikal merupakan asisten pelatih tim nasional sepak bola Indonesia saat posisi pelatih dijabat Alfred Riedl. Pikal juga sempat menangani Arema FC pada tahun 2012 silam.

Pikal yang sudah mahir dalam berbahasa Indonesia ini juga sempat menangani Persebaya Surabaya saat Alfred Riedl tidak bisa menangani Persebaya. Namun penampilannya belum memuaskan, akhirnya ia pun sampai sekarang masih belum memiliki tim.

Wolfgang Pikal. (Pesebaya.id)