BolaSkor.com - Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Kamboja dengan skor 4-2, pada laga perdana Grup B Piala AFF 2020 di Bishan Stadium, Singapura, Kamis (9/12) malam WIB.

Dalam laga tersebut, gol Timnas Indonesia dilesakkan oleh Rachmat Irianto (4' dan 33'), Evan Dimas (17'), dan Ramai Rumakiek (54'). Sedangkan gol Kamboja dicetak oleh Yue Safe (37') dan Prak Mony Udom (60')

Hasil ini membuat Timnas Indonesia menduduki posisi kedua klasemen sementara Grup B dengan 3 poin dari satu laga. Unggul produktivitas gol dari Vietnam di tempat ketiga dengan poin sama.

Adapun Malaysia di puncak klasemen dengan 6 Poin dari dua laga, usai menghajar Laos 4-0. Kamboja menempati urutan keempat dengan 0 poin. Disusul Laos juga dengan poin yang sama di dasar klasemen.

Kemenangan Timnas Indonesia atas Kamboja melahirkan fakta-fakta menarik. Berikut fakta menarik usai Timnas Indonesia bantai Kamboja, yang disusun BolaSkor.com:

Baca Juga:

Piala AFF 2020: Timnas Indonesia Bungkam Kamboja Lewat Drama 6 Gol

Piala AFF 2020: Gilas Laos 4-0, Timnas Malaysia Raih Kemenangan Kedua

1. Timnas Indonesia memperpanjang rekor tak terkalahkan dari Kamboja dengan 16 kemenangan dan satu hasil imbang.

2. Timnas Indonesia berhasil menambah pundi-pundi gol ke gawang Kamboj dengan 80 gol dan 14 kebobolan.

3. Edo Febriansyah (Bek Kiri, Persita Tangerang) dan Syahrul Trisna Fadillah (Kiper, TIRA-Persikabo) mengecap debut bersama Timnas Indonesia Senior di ajang resmi.

4. Selain Irfan Jaya, Victor Igbonefo, dan Evan Dimas, seluruh pemain yang turun melakoni debut di Piala AFF bersama Timnas Indonesia Senior.

5. Rachmat Irianto mencetak gol debut di Piala AFF bersama Timnas Indonesia Senior.

6. Gol yang dicetak Evan Dimas merupakan gol keduanya di Piala AFF.

7. Ramai Rumakiek juga mencetak gol debut di Piala AFF.

8. Evan Dimas menyamai rekor dua legenda Timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Hendro Kartiko, serta Fachruddin Aryanto. Ia tampil dalam empat edisi Piala AFF (2014, 2016, 2018, dan 2020).

Kurniawan Dwi Yulianto (1996, 1998, 2000, dan 2004) dan Hendro Kartiko (2000, 2002, 2004, dan 2007). Fachruddin Aryanto (2012, 2014, 2016, dan 2018).