BolaSkor.com - Greysia Polii sempat ingin menyerah mengejar mimpinya merebut medali emas Olimpiade. Selepas Rio de Janeiro 2016, pebulu tangkis asal Manado itu sudah berniat gantung raket.

Namun, Apriyani menarik tangan Greysia kembali. Gadis asal Konawe itu muncul tiba-tiba di pelatnas PBSI dan membatalkan niat Greysia pensiun.

Just run with me,” kenang Greysia saat bertemu Apriyani empat tahun lalu di pelatnas PBSI.

Greysia sadar usianya sudah tidak lagi muda. Bila ingin mengejar mimpi merebut medali emas Olimpiade, Greysia harus melakukannya secepat mungkin.

“Saya bilang ke Apri bahwa saya sudah tidak muda lagi. Saya sudah tidak berusia 20 tahun, jadi kamu harus berlari mengejar. Tidak boleh berjalan, just run with me,” tutur Greysia.

Baca Juga:

Buntut Sukses Greysia/Apriyani, Nova Arianto: Semoga Sepak Bola Juga Bisa

Dari Susi ke Greysia/Apriyani, Tradisi Medali Emas Olimpiade Tetap Terjaga

Sejak dipasangkan pada 2017, Greysia/Apriyani terus berlari mengejar mimpi. Langkah mereka tidak mudah, kadang tersandung halangan, tetapi kesabaran dan kegigihan berbuah manis.

Greysia/Apriyani akhirnya berhasil merebut medali emas Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan tersebut mengalahkan Chen Qing Chen/Jia Yifan dengan skor 21-19 dan 21-15, Senin (2/8).

“Apa yang saya pikirkan hanya bagaimana memaksa diri mencapai batas dengan semua tantangan. Bagaimana saya bisa mengubah semua ini. Dan saya memaksa untuk bisa mencapai sejauh ini, berusaha yang terbaik sebisa saya,” ujar Apriyani.

“Saya tidak bisa berkata kali ini. Tentu saja kami sudah berada di sini dan mendapat medali emas dan ternyata seperti ini rasanya,” timpal Greysia.