BolaSkor.com - Sebuah aksi terpuji kembali diperlihatkan klub-klub asal Jerman. Empat tim besar Bundesliga siap membantu para rivalnya yang mengalami krisis finansial karena pandemi virus corona.

Keempat klub itu adalah Bayern Munchen, Borussia Dortmund, Bayer Leverkusen dan RB Leipzig. Mereka memang memiliki neraca keuangan yang lebih stabil karena tampil di Liga Champions musim ini.

Dana yang akan dikumpulkan mencapai 20 juta euro yang sebagian diambil dari keuntungan hak siar televisi mereka. Sementara sisanya sebesar 7,5 juta euro murni dari uang kas keempat klub tersebut.

Dana tersebut kemudian akan diserahkan kepada Liga Sepak bola Jerman (DFL) selaku operator Bundesliga. Badan pimpinan Chrostian Seifert itulah yang nantinya mendistribusikan kepada klub-klub lain.

Baca Juga:

Pandemi Virus Corona, Bundesliga Mundurkan Waktu Penundaan hingga 30 April 2020

Bantu Klub Lawan Corona, Pemain Munchen dan Dortmund Rela Potong Gaji

Dampak Virus Corona: Sepak Bola Jerman Hadapi Krisis Terbesar dalam Sejarah

Bundesliga

"Keputusan ini menggarisbawahi fakta bahwa solidaritas bukanlah kata kosong di Bundesliga. DFL sangat berterima kasih kepada empat peserta Liga Champions itu," kata Christian Seifert dikutip dari AFP.

Apa yang dilakukan empat klub tersebut menunjukkan kalau sepak bola bukan hanya soal menang kalah. Tim seperti Munchen yang dikenal suka merampok para pemain kunci para rivalnya karena unggul secara finansial nyatanya juga rela menolong mereka.

“Dalam masa-masa sulit ini, penting bahwa bahu yang lebih kuat menopang bahu yang lebih lemah. Kami ingin menunjukkan bahwa sepakbola berdiri bersama,” kata CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge.

“Kami selalu mengatakan bahwa kami ingin menunjukkan solidaritas ketika klub-klub jatuh ke dalam kesulitan karena situasi yang luar biasa ini dan bukan karena kesalahan mereka sendiri,” tambah CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke.

Hal seperti ini tentu patut ditiru oleh tim-tim besar di liga lain. Masalah finansial memang tak hanya menghantui sepak bola Jerman tapi hampir seluruh Eropa termasuk Inggris yang industrinya sudah sangat maju.

Penulis: Taufik Hidayat