BolaSkor.com - Liverpool dianggap melakukan kesalahan besar saat melego Philippe Coutinho ke Barcelona. Namun, beberapa tahun berselang, The Reds sudah punya pengganti yang tak kalah hebat pada diri Xherdan Shaqiri.

Liverpool sempat mengalami kesulitan saat Coutinho sudah menuju Barcelona. Pergerakan dan penyelesaian akhir Coutinho dirindukan The Reds saat mengalami kebuntuan.

Namun, hal itu berakhir saat Xherdan Shaqiri tiba dengan mahar 13,5 juta pounds pada musim 2018-2019. Pemain asal Swiss tersebut mampu menutup lubang yang ditinggalkan Coutinho.

Sejauh ini, Xhaqiri telah bermain dalam sembilan pertandingan. Perinciannya, ia tampil enam kali sebagai pemain pengganti. Dari sembilan laga itu, Xhaqiri mencetak enam gol dan dua assist.

Torehan tersebut menjadi bukti jika sejatinya Shaqiri bukanlah pemain sembarangan. Apalagi, saat ini Coutinho juga belum tampil maksimal bersama Barcelona.

Baca juga:

Hampir Tidak Memiliki Kelemahan, Liverpool di Ambang Akhiri Penantian 29 Tahun

Statistik Dahsyat yang Bawa Liverpool ke Puncak Premier League

Philippe Coutinho

Pada musim 2018-2019, Coutinho memainkan jumlah pertandingan yang sama seperti Shaqiri di Premier League. Bahkan, pemain asal Brasil tersebut bermain 120 menit lebih banyak daripada Shaqiri. Namun, ia baru mengemas empat gol dan satu assist.

Shaqiri semakin di atas angin bila membandinkan dengan musim debut Coutinho di Liverpool. Pada awal kariernya di Anfield, sang pemain melakoni 12 pertandingan selama satu musim dengan mencetak tiga gol dan lima assist.

Tentu saja, dari catatan tersebut kedua pemain itu sama-sama terlibat dalam delapan gol. Namun, Shaqiri masih punya tiga pertandingan untuk melampaui pencapaian Coutinho.

Akan tetapi, perlu diingat Coutinho datang dengan usia yang lebih muda daripada Shaqiri saat ini. Selain itu, eks Inter Milan tersebut belum punya pengalaman bermain di Premier League.

Satu hal lain yang menjadi pembeda adalah komposisi skuat Liverpool pada saat ini. The Reds dianggap punya armada terbaik dalam beberapa tahun terakhir dengan keberadaan pemain-pemain seperti Mohamed Salah, Sadio Mane serta Roberto Firmino.

Ketika Salah, Mane, Firmino dan Shaqiri bermain secara bersama-sama Liverpool selalu meraih kemenanangan. Terakhir, The Reds melumar Arsenal dengan skor 5-1.

Selain itu, saat kuartet tersebut beraksi, Liverpool mencetak 26 gol. Itu artinya, skuat asuhan Jurgen Klopp setidaknya mengemas satu gol setiap 28 menit. Satu tambahan lagi, The Reds hanya kebobolan tiga gol.