BolaSkor.com - Masa bakti ketua umum PBSI, Wiranto, bakal habis pada Oktober 2020. Beberapa nama pengganti mulai berembus.

Satu di antara merupakan Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna. Ia telah didukung sebanyak 26 provinsi.

Para pengurus Pengprov pun merasa membutuhkan sosok yang kuat untuk meneruskan kepemimpinan Wiranto yang sudah membuahkan prestasi, menertibkan masalah pencurian umur dan membuat perbaikan di Internal dalam pembibitan pemain muda, serta keadilan dalam persaingan untuk menjadi pemain nasional.

"Kami melihat ada kesinambungan jika tongkat kepemimpinan dari Pak Wiranto diteruskan kepada Pak Agung Firman. Sejauh ini sudah ada 26 dari 34 pengprov yang menyatakan dukungan secara tertulis," kata Ketua Pengprov PBSI DKI Jakarta Alex Tirta, di Jakarta, Rabu (23/9).

Alex menjelaskan, sesuai aturan organisasi yang tertuang di AD/ART, ketua umum dipilih oleh pengprov. Ini murni aturan organisasi yang sudah ada sejak dahulu.

Baca Juga:

Melati Daeva Oktavianti Sedih Tak Ikut Denmark Open

Thomas dan Uber Cup Ditunda Lagi, Pebulu Tangkis Denmark Tak Terima

Maka dari itu, lanjutnya, musyawarah untuk mufakat antar-pengprov mencari ketua umum yang baru sangat penting. "Masih ada delapan pengprov lagi yang belum menyerahkan surat dukungan. Tapi kami yakin, suksesi kepemimpinan akan berlangsung aklamasi," ujar Alex.

Berdasarkan peraturan, calon ketua umum harus didukung oleh 10 pengprov. "Jika tidak tercapai kata mufakat, maka diatur mekanisme pemilihan. Tapi untuk menjadi calon ketua umum harus didukung oleh 10 pengprov," imbuh dia.

Bersama Firman, Alex dan pengurusa lain berharap PBSI bisa mendapat dana mandiri. Saat ini, PBSI masih kurang minat dari sponsor.

"Saat ini PBSI masih ada masalah di sektor pendanaan karena kurangnya minat sponsor. Kami berharap agar PBSI ke depan dapat mengundang perusahaan-perusahaan lain untuk ikut menjadi sponsor di PBSI. Hal ini untuk menggairahkan kegiatan bulu tangkis di daerah, terutama daerah yang masih tertinggal fasilitas dan pembibitan pemain mudanya. Ke depan PBSI butuh turnamen-turnamen di daerah, dan harus ada sponsor yang membantu mendanai pengprov dalam mewujudkannya," kata Alex.