BolaSkor.com - Tak ada kesuksesan yang datang tanpa sebuah perjuangan. Hal inilah yang tergambar dalam perjalanan pebasket asal Gianyar, Dewa Ayu Made Siartha Kusuma. Kesuksesan ratu rebound Merpati Bali ini diraih dengan perjuangan bertahun-tahun.

Ayu Sriartha merupakan gadis Bali kelahiran 20 November 1998. Perjalanan basketnya dimulai saat Ayu duduk di bangku SMP. Dia tergabung dalam tim junior Merpati Bali yang bermarkas di Denpasar.

Perjuangan berat Ayu bukan dimulai saat latihan. Bahkan untuk menuju tempat latihan, Ayu harus menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer menggunakan motor. Artinya dalam sehari latihan, Ayu menghabiskan waktu hampir dua jam di jalanan Gianyar-Denpasar.

"Seringkali belum latihan, saya sudah capek duluan di jalan. Tapi saya tidak pernah menyerah dengan kondisi itu. Apalagi orang tua memberikan dukungan penuh agar saya tetap di basket," kata Ayu saat berbincang dengan Bolaskor.com di Dixie Dining, Jogja.

Baca Juga: Zahra Muzdalifah: RA Kartini Sosok yang Menginspirasi Para Wanita di Indonesia

Ayu Sriartha
Ayu Sriartha. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

Potensi yang dimiliki Ayu membuatnya masuk tim Bali menuju kejuaraan nasional. Ayu memperkuat tim Bali dari kelompok umur 15 tahun, 16 tahun, 18 tahun hingga masuk tim Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

Ayu selalu dilirik bukan saja modal gigih dan teknik yang bagus. Untuk ukuran pabasket nasional, Ayu memiliki tinggi yang ideal, hampir menyentuh angka 180 sentimeter.

Saat dipanggil Timnas U-18 dalam kejuaraan FIBA Asia Championship U-18, Ayu langsung menjabat sebagai kapten tim. Sejak itulah karirnya terus menanjak, hingga dua musim terakhir jadi bagian Merpati Bali pada ajang Srikandi Cup.

Baca Juga: Tania Rasidi Menembus Batas dengan Semangat Kartini

Ayu Sriartha
Ayu Sriartha. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

"Perjalanannya tidak ingin sampai disini saja. Tahun ini saya punya keinginan membawa Merpati Bali jadi juara Srikandi Cup," tutur Ayu.

"Setelah itu pun saya terus fokus pada basket. Keberadaan Srikandi Cup sudah menjadi wadah bagi pebasket wanita untuk berkarier. Kini ada banyak perusahaan nasional yang menjadikan atlet basket sebagai karyawannya. Jadi saya akan fokus meraih prestasi di basket," imbuhnya.

Pada musim ini, Ayu sempat absen pada seri awal. Itu karena Ayu sedang fokus memulihkan cedera anterior cruciate ligament (ACL). Ayu sembuh pada momen yang tepat. Saat tampil pada pembuka playoffs Srikandi Cup 2019, Ayu tampil memukau.

Ayu membuat sembilan rebounds saat Merpati Bali mengalahkan Flying Wheel Makassar 80-47 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia (UII), Senin (22/4/2019). Catatan itu menjadi yang tertinggi dalam laga ini. (Laporan Kontributor Al Khairan Ramadhan)