BolaSkor.com - Pada 30 Juli 2009, dunia sepak bola digegerkan seorang bocah asal Basque berusia 16 tahun. Bocah itu menjalani debut termuda untuk Athletic Bilbao selama 94 tahun.

Satu pekan berselang, bocah itu mencetak gol perdananya untuk Athletic Bilbao. Bocah asal Pamplona itu menorehkan sejarah sebagai pemain termuda kedua yang mencetak gol untuk klub tersebut.

Satu bulan setelah debut profesionalnya, lagi-lagi si bocah menorehkan rekor. Kali ini, dia menjadi pemain termuda yang mencetak gol untuk Athletic Bilbao pada ajang LaLiga.

Tidak terasa, hampir 10 tahun berlalu sejak bocah itu melakukan debutnya untuk Athletic Bilbao. Lantas, seperti apa perkembangan si bocah? Apakah dia pergi untuk membela klub yang lebih kaya?

Baca Juga:

Raup Satu Poin dari San Mames, Barca Punya Alien di Bawah Mistar Gawang

5 Fakta Menarik Hasil Imbang Barcelona-Bilbao di Camp Nou

Iker Muniain

Rupanya tidak, bocah itu, yang memiliki nama Iker Muniain, masih menjadi idola di San Mames. Satu dekade berlalu, bocah yang kini berusia 26 tahun itu masih setia kepada Athletic Bilbao.

Oh, artinya perkembangan karier Iker Muniain stagnan, sehingga tak ada klub yang menginginkannya? Tidak juga, mulai dari Liverpool, Napoli, hingga Sevilla bertahun-tahun mengincar tanda tangannya.

Lalu, apa yang membuat Iker Muniain tidak kunjung pindah dari Athletic Bilbao? Jawabannya sederhana, rasa cinta Muniain yang terlalu besar untuk Los Leones.

"Keputusan ini saya ambil karena saya cinta klub ini dan saya merasa ini adalah rumah saya, tempat di mana saya ingin berada. Saya mendiskusikan ini dengan dewan direksi," ujar Iker Muniain.

Iker Muniain

"Pada masa-masa tertentu, klausul pembelian rekan- rekan saya ditebus dan mereka akhirnya memutuskan untuk meninggalkan klub dan menyakiti fans."

"Ketika salah satu dari kami pergi, fans akan merasa sedih karena mereka kecewa. Saya tidak ingin itu terjadi pada saya, hal inilah yang membuat saya mengambil keputusan ini," pungkas Iker Muniain.

Dalam dunia sepak bola, istilah one man club diberikan untuk pemain seperti Iker Muniain. Sebut saja Francesco Totti, Matt Le Tissier, hingga Sepp Maier.

Patut dinanti, apakah Iker Muniain akan mengakhiri karier di Athletic Bilbao seperti nama-nama yang disebut di atas? Bisakah Muniain akhirnya mempersembahkan trofi untuk klub tersebut?