BolaSkor.com - Inter Milan dua kali beruntun musim ini di Serie A gagal menaklukkan juara bertahan, Juventus. Pada laga tunda pekan 26 Serie A Nerazzurri kalah 0-2 di Allianz Stadium, Senin (09/03) malam WIB, melalui gol yang dicetak Aaron Ramsey dan Paulo Dybala.

Kekalahan itu menambah jarak Juve dengan Inter menjadi sembilan poin. Secara matematis Inter masih bisa menyalip Juventus, tapi selain dengan Il Bianconeri, mereka juga akan bersaing dengan Lazio dalam perebutan Scudetto.

Kekalahan itu membuat Antonio Conte berpikir dua kali soal masa depannya di klub yang baru dilatihnya selama semusim. Menurut kabar dari Calciomercato yang mendapatkan informasi dari Fabrizio Romano, Conte meminta kejelasan dari manajemen Inter.

Baca Juga:

Hasil Laga Liga-liga Eropa: Juventus Menangi Derby d'Italia, Real Madrid Kalah

Antonio Conte Akui Inter Milan Masih Satu Level di Bawah Juventus

Dimusuhi Neymar dan Mbappe, Masa Depan Icardi Jadi Misteri

Antonio Conte

Conte, 50 tahun, tahu tidak mudah meruntuhkan dominasi Juventus dan membawa Inter meraih Scudetto yang terakhir diraih pada 2010 - tahun treble winners bersejarah klub di bawah asuhan Jose Mourinho.

Sejauh ini manajemen Inter 'memanjakan' Conte dengan membelikan pemain-pemain anyar semisal: Romelu Lukaku, Christian Eriksen, Victor Moses, Ashley Young, Nicolo Barella, dan Stefano Sensi.

Musim pertama Inter dengan Conte pun tidak buruk-buruk amat. Meski perjalanan tim kandas di Liga Champions dan turun kasta ke Liga Europa, Inter mampu langsung bersaing di papan atas klasemen dan masih ada di Coppa Italia.

Mantan pelatih Juventus, timnas Italia, dan Chelsea, bisa jadi ingin melihat niatan manajemen untuk mengembangkan Inter. Seperti yang dikatakannya usai melawan Juventus.

"Kita berbicara mengenai Juventus yang semakin kuat setiap tahun selama delapan musim, menambah pemain-pemain berkualitas dengan banyak pengalaman dan trofi," terang Conte.

"Proyek kami ini baru berjalan tujuh bulan lalu dan kami mencoba melakukan yang terbaik di dalam skuat, tetapi itu tak bisa dibandingkan dengan tim yang sudah mendominasi sepak bola Italia selama delapan tahun. Kami di sini bermain dan mencari tujuan yang lebih tinggi ketimbang musim lalu."

"Kami harus membangun proyek ini, bata demi bata, tahun demi tahun, untuk bisa mencapai level pengalaman, kualitas, dan karakter seperti Juventus. Saya merasa semua tim yang lain sangat jauh dengan Juventus saat ini," urai dia.

Ujian bagi manajemen Inter bisa dimulai di bursa transfer musim panas. Striker andalan mereka, Lautaro Martinez, diminati oleh Barcelona dan Inter harus mencari pengganti yang ideal jika ia hengkang.