BolaSkor.com - Managing Director Yamaha Racing, Lin Jarvis, mengaku menyesal telah merekrut Maverick Vinales. Pasalnya gara-gara Vinales, Yamaha gagal menjalankan rencananya meraih kemenangan konstruksi.

Saat ini Yamaha berhasil mencatatkan hasil positif dengan memimpin klasemen sementara. Lewat pembalapnya, Fabio Quartararo, Yamaha berhasil membuktikan kekuatannya dihadapan tim lainnya.

Namun, keberhasilan ini ternyata belum bisa membuat Jarvistersenyum. Pasalnya di musim ini, Yamaha juga menargetkan meraih kemenangan konstruksi. Rencana tersebut gagak total karena ulah Vinales.

“Kita mengalami banyak kekalahan karena masalah MaverickVinales. Lalu kami berpisah dan menggantinya dengan Cal Crutchlow di Silverstone dan Aragon,” jelas Jarvis dikutip dari tuttomotoriweb.it.

Baca Juga:

Aksi Terakhir Rossi di Misano, Tribun Penonton Akan Semakin Kuning

Kisah Marquez dan Pol: Satu Tim Beda Nasib

“Jadi kita kalah di empat hingga lebih balapan dan kehilangan banyak nilai konstruksi dan kejuaraan dunia secara team,” sambungnya dengan nada kesal.

Bahkan usaha mengganti posisi Vinales dengan Franco Morbidelli tidak mengubah hasil sama sekali. Morbidellibelum dapat sepenuhnya menunjukkan performa akibat cedera yang masih dialaminya.

“Rekan Fabio yang baru hingga saat ini belum mengoleksi poin sama sekali. Tentu saja pembalap pengganti tidak bisa kompetitif seperti pembalap biasa karena kualitas pembalap yang sangat ekstrem,” tutur Jarvis.

“Namun lihat Ducati, mereka memiliki Miller dan Bagnaia. Inilah alasan kenapa kami sulit meraih gelar juara secara tim, sebagaimana juga gelar konstruksi. Ini semua tergantung kepada Quartararo,” tutupnya.

Penulis: Bintang Rahmat