BolaSkor.com - Pada zaman dahulu kala, di Jepang terdapat seorang pria bernama Sentaro. Meski bukan orang kaya, Sentaro tidaklah miskin. Hidupnya berkecukupan karena harta peninggalan orangtuanya.

Ketika memasuki usia 32 tahun, barulah Sentaro mulai memikirkan kehidupannya. Apabila sebelumnya dia hanya bersenang-senang, kini Sentaro mulai dihinggapi rasa takut akan kematian.

"Aku harus terus hidup, paling tidak sampai aku berusia 500 atau 600 tahun. Ada legenda tentang Putri Yamato yang hidup selama 5000 tahun, pasti ada cara untuk memperpanjang hidup," ujar Sentaro dalam hati.

Sentaro pun ingat akan cerita yang sering dia dengar pada masa kecilnya, tentang seorang simpanan raja dari China yang datang ke Jepang bernama Jofuku. Disebutkan kalau Jofuku tinggal bersama petapa di Gunung Fuji.

Baca Juga:

Kacang Tak Lupa Kulit, Takashi Inui dan Kecintaannya dengan Kampung Halaman

Ucapan Terima Kasih dari Timnas Jepang untuk Piala Dunia 2018, Bersihkan Ruang Ganti Pemain Sendiri

Gunung Fuji

Menurut legenda, Jofuku memiliki "Ramuan Kehidupan" bersama para petapa pengikutnya. Sentaro pun mulai melakukan pencarian terhadap keabadian. Berhari-hari dia mencari Jofuku, berbagai tempat dan gunung didatangi.

Sampai pada akhirnya, Sentaro menemukan kuil yang dibangun untuk menghormati Jofuku. Setelah berdoa di depan patung Jofuku selama tujuh hari, Sentaro pun bertemu dengan Jofuku.

Akan tetapi, Jofuku menolak untuk memberikan "Ramuan Kehidupan" kepada Sentaro. Sebagai gantinya, dia menawarkan Sentaro untuk pergi ke "Negeri Kehidupan Abadi".

Di sana, Sentaro pun mendapatkan apa yang dia inginkan, keabadian. Setidaknya, Sentaro hidup selama 300 tahun di tempat yang tidak pernah didatangi kematian tersebut.

Cerita di atas merupakan sebuah cerita rakyat Jepang yang dibuat oleh Yei Theodora Ozaki dan terbit dalam kumpulan cerita "The Japanese Fairy Tale" (1908). Cerita tersebut berjudul "The Man Who Did Not Wish to Die".

Beralih ke Jepang modern, tepatnya di dunia sepak bola, terdapat seorang pria yang sedikit banyak memiliki kemiripan dengan Sentaro. Kazuyoshi Miura yang akrab disapa dengan King Kazu.