BolaSkor.com - Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Erwin Tobing berharap para pemain sepak bola bisa lebih memahami peraturan yang ada. Sehingga ketika bermain di ajang internasional, pemain tidak melakukan tindakan yang negatif.

Hal tersebut diutarakan oleh Erwin Tobing saat diskusi yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan tema ‘Peningkatan Kapasitas Tenaga Keolahragaan' di Grand Ballroom Hotel Pullman, Central Park, Jakarta, Selasa (14/7).

Erwin mengaku tahun ini Komdis PSSI memiliki target agar seluruh stakeholder yang ada di Indonesia lebih mengerti tentang peraturan di sepak bola. Sehingga nantinya pertandingan bisa digelar lebih disiplin dan fair play.

Baca Juga:

Ketua Gugus Tugas COVID-19 Khawatir Penonton Tetap Hadir ke Stadion jika Liga 1 Dilanjutkan

Ketua Gugus Tugas COVID-19: PSSI Bisa Lanjutkan Kompetisi dengan Catatan

“Target khusus, jumlah pelanggaran disiplin menurun. Pemain timnas juga dapat tampil maksimal di pentas dunia tanpa kartu kuning, apalagi kartu merah, hanya karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan, serta ketidakpedulian atas pelanggaran yang dilakukannya di level nasional," ujar Edwin dilansir dari laman PSSI.

Erwin menambahkan saat ini Komdis tidak segan memberikan sanksi kepada para pemain. Dengan catatan komdis memiliki bukti dengan adanya rekaman video yang ada. Maka dari itu, Komdis tidak akan salah memberikan hukuman kepada para pemain.

Tidak hanya pemain saja, suporter yang menjadi bagian dari tim, Komdis PSSI tidak akan main-main memberikan sanksi. Terlebih untuk para suporter yang tidak bisa menaati peraturan yang ada.

“Pemain melakukan penganiayaan sesama pemain dan wasit, meludahi pemain, tidak jujur memberikan keterangan, tidak mengindahkan kepentingan tim nasional, melakukan intimidasi, provokasi. Suporter tak jarang suka terbawa hal itu dengan membawa flare (suar), serta menyalakannya di dalam stadion,” tutur Erwin.

“Komite Disiplin PSSI bertugas untuk menjaga displin, mengatur serta menetapkan sanksi dalam sepakbola supaya bisa lebih baik dan maju. Hal ini harus ditegakkan, dengan melalui mekanisme sidang komite disiplin, yang diatur dalam kode disiplin PSSI," pungkasnya.