BolaSkor.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo memiliki kekhawatiran tersendiri jika kompetisi Liga 1 kembali digelar. Meski sudah dipastikan tanpa adanya penonton, tapi siapa yang menjamin penonton tidak akan hadir ke stadion.

Seperti diketahui, PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi memutuskan Liga 1 2020 akan dilanjutkan pada 1 Oktober 2020 dan berakhir pada 28 Februari 2020. Kepastian ini didapatkan setelah PT LIB mengeluarkan surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020.

Surat yang ditandatangani langsung oleh Direktur PT LIB, Akhmad Hadian Lukita ini melabelkan kompetisi Liga 1 2020 dengan status "Kompetisi Luar Biasa". Pasalnya kompetisi ini akan berlangsung di tengah pandemi Virus Corona (COVID-19).

Baca Juga:

PT LIB Jelaskan Skema Homebase Klub di Liga 1 2020

Ketua Gugus Tugas COVID-19 Beri Penghargaan kepada Persipura Jayapura

Ada beberapa poin yang tertulis pada surat tersebut, dari mulai kompetisi akan berpusat di Pulau Jawa, sampai dengan kompetisi digelar tanpa adanya penonton yang hadiri di stadion.

"Pemasukan tim bola kita paling besar dari penonton. Walau nanti penonton dibatasi siapa yang menjamin? Tidak ada yang nekat nonton. Fanatisme sepak bola itu luar biasa, ada saja nanti dari daerah yang datang itu yang saya khawatirkan," kata Doni ketika dihubungi oleh BolaSkor.com.

Lebih lanjut, jika memang masih memaksakan kompetisi digelar dan ada yang positif terkena Virus Corona itu akan sangat merugikan baik untuk pemain ataupun PSSI. Terlebih beberapa daerah saat ini masih zona merah.

"Jadi persyaratannya sangat ketat. Kalau semua sudah dipenuhi protokol kesehatan, penyelenggara bisa persentasi betul bisa melakukan seperti di Eropa yang sudah jalan, baru kita bisa beri rekomendasi. Kalau tidak bahaya, kasihan nanti," ujar Doni.

"Satu saja ada yang positif, seperti OTG (Orang Tanpa Gejala) itu bisa menular ke yang lain. Sayang nanti. Sabar saja dulu. Kalau nggak sabar ya persyaratannya sangat ketat," pungkasnya.