BolaSkor.com - Mengenang Diego Maradona tak lengkap jika tak membahas dua golnya ke gawang Inggris pada Perempat final Piala Dunia 1986. Legenda The Three Lions, Glenn Hoddle masih ingat betul salah satu momen paling penting dalam dunia sepak bola tersebut.

Argentina yang diperkuat Maradona bersua Inggris di Stadion Azteca, Meksiko, 23 Juni 1986. Kedua tim unggulan tersebut berebut tiket ke semifinal.

Maradona dan Hoddle sama-sama tampil sejak menit pertama. Namun keduanya mengakhiri pertandingan dengan kondisi yang bertolak belakang.

Baca Juga:

Ribuan Orang Hadir di Pemakaman Diego Maradona

Asal Mula Sebutan 'Tangan Tuhan' Maradona Jadi Mendunia

Maradona Wafat, Simeone: Diego Tak Bisa Meninggal

Gol tangan Tuhan Maradona

Argentina berhasil mengalahkan Inggris dengan skor 2-1. Kedua gol Tim Tango diborong oleh Maradona.

Menariknya dua gol itu dicetak tidak dengan cara yang biasa. Gol pertama menggunakan tangan sedangkan yang kedua lewat solo run yang dinobatkan sebagai gol terbaik abad ke-20.

"Saya ingat ia memukul bola dengan tangannya dan kemudian menggerakkan kepalanya. Apa yang dia lakukan di sana sangat licik," kata Hoddle kepada BT Sport.

"Wasit tidak melihatnya, jadi saya mencoba menangkap wasit karena tidak semua pemain menyadarinya. itu adalah aksi penipu darinya (Maradona)."

Kekesalan Hoddle kepada Maradona berubah menjadi rasa kagum hanya dalam tempo empat menit. Ya, pemain bernomor punggung sepuluh itu kemudian mencetak gol kedua ke gawang Inggris lew3at sebuah aksi individu yang memukau.

Maradona membawa bola dari tengah lapangan dan melewati lima orang pemain. Ia mengakhiri aksinya tersebut dengan mengecoh Peter Shilton dan melepaskan tendangan ke gawang yang sudah kosong.

"Dalam banyak hal, itu menyimpulkan Diego. Yang pertama sebagai penipu dan kemudian menjadi genius dengan gol itu," tambahnya.

“Lapangannya jelek, rumputnya panjang, jadi untuk mencetak gol itu dan menguasai bola di bawah kendali seperti itu adalah genius. Dia adalah pemain terhebat yang menginjakkan kaki di planet ini."

Setelah mengalahkan Inggris, Argentina terus melaju hingga ke final dan merebut gelar juara. Momen ini menjadi sebuah bukti kehebatan Maradona yang akan dikenang hingga bertahun-tahun lamanya.