BolaSkor.com - PSS Sleman dipastikan kehilangan pemain-pemain pilar yang membawa klub itu promosi ke Liga 1 2019. Sejauh ini tercatat sudah ada lima pemain yang musim depan melepas seragam Super Elang Jawa.

Kelima pemain tersebut menjadi tulang punggung PSS melaju ke partai final hingga menjadi juara Liga 2 di 2018. Kelimanya adalah Slamet Budiono, Wirabuana Vandy Prayogo, Aditya Putra Dewa, Rifal Lastori, dan Ichsan Pratama.

Untuk Lastori, dirinya akan kembali ke Borneo FC setelah masa peminjaman ke Sleman habis. Meski mengaku masih ingin bermain di PSS, tapi dirinya harus mematuhi kontrak dengan timnya.

"Yang pasti saya pribadi ingin ke Sleman, tetapi karena saya di Borneo sudah terikat kontrak dua tahun jadi saya mesti kembali. Saya nyaman, PSS coba nego tapi saya harus kembali karena kontrak jangka panjang tadi," ungkap Lastori.

Sementara itu pemain terbaik Liga 2 2018, Ichsan Pratama juga telah berpamitan dengan manajeman tim kebanggan Kabupaten Sleman itu. Melalui story Instagram-nya beberapa waktu lalu, Ichsan mengucapkan kata perpisahan dengan jajaran manajemen PSS untuk kembali ke kota kelahirannya di Bogor.

Baca Juga:

Berikut Kriteria Pemain Asing yang Bakal Direkrut PSS Sleman

Pertahankan Tiga Pemain, PSS Sleman Mulai Bentuk Tim

"Saya belum bisa berbicara banyak termasuk di tim mana saya bermain musim depan, lihat nanti saja ya. Doakan saja semoga yang terbaik, sekarang saya juga masih di rumah," ujarnya.

Pemain yang terakhir pergi dari PSS adalah Aditya Putra Dewa. Dirinya menyusul sesama rekannya dari Martapura FC, Wirabuana Vandy Prayogo yang lebih dulu memutuskan pergi dari Sleman.

Meski baru bergabung di babak 8 besar dirinya memilih untuk tidak bermain di bawah asuhan Seto musim depan. Dirinya mengaku faktor keluarga yang melatarbelakangi tidak bersama PSS musim depan.

"Manajemen PSS Sleman sudah sangat serius membentuk tim ini, tapi ada satu faktor yang mengharuskan saya pindah. Semua murni karena urusan keluarga," ujar Aditya.

"Insha Allah saya akan secepatnya kembali ke PSS. Saya memilih tim yang tidak akan bertemu dengan PSS sebagai bentuk cinta dan hormant saya kepada PSS. Saya selalu mendoakan semoga PSS selalu sukses," imbuhnya.

Meski pemain-pemain yang memutuskan pergi masuk daftar rekomendasi untuk dipertahankan, Seto Nurdiyantara menganggap itu sebagai hal wajar. Dia mengaku hanya bisa meberikan rekomendasi, selebihnya menjadi pekerjaan manajemen tim.

"Datang dan perginya seorang pemain sepak bola dalam sebuah tim itu hal yang biasa," terang Seto.

"Ranah saya hanya merekomendasikan pemain-pemain. Saya hanya bisa memberi rekomendasi, soal negosiasi saya serahkan pada pihak manajemen," tutupnya. (Laporan Kontributor Prima Pribadi/Yogyakarta)