BolaSkor.com - Dunia saat ini ramai membicarakan selebrasi gol Matteo Pessina saat Italia mengalahkan Austria di babak 16 besar Piala Eropa, Minggu (27/6) dini hari WIB. Namun di balik kekonyolan, Pessina adalah seseorang yang suka berfilosofi.

Gutta cavat lapidem, kalimat bahasa Latin ini bisa diartikan tetesan air yang menembus batu. Kalimat ini menjadi favorit Pessina.

"Saya menyukai bahasa Latin, karena itu menggambarkan filosofi saya. Saya adalah salah satu dari mereka yang sedikit demi sedikit, tanpa menarik perhatian, mencapai tantangan yang sedang ditawarkan hadir di depan kita,” kata gelandang berusia 24 tahun itu.

Baca Juga:

Deretan Fakta Menarik yang Iringi Kemenangan Italia atas Austria

Bintang Laga Italia Vs Austria: Federico Chiesa Akhiri Kebuntuan

Piala Eropa 2020 - Italia 2-1 Austria: Gli Azzurri Menang Susah Payah

Piala Eropa 2020 sejauh ini menghadirkan kisah mengesankan bagi Pessina. Kisah yang bisa jadi tidak ada dalam bayangannya. Pasalnya Pessina semula tidak masuk dalam skuad yang dibawa Roberto Mancini ke Piala eropa 2020. Nama dia masuk hanya untuk menggantikan Stefano Sensi yang dibekap cedera.

Seperti tetesan air yang kelamaan bisa menembus batu, Pessina mampu mencuri perhatian. Sebagai pemain yang paling terakhir bergabung, Pessina memberikan kontribusi berharga dengan mencetak satu-satunya gol Italia saat menghadapi Wales.

"Kisah saya adalah dongeng. Itu pertandingan sempurna. Pertama kali menjadi starter di Piala Eropa dan mencetak gol adalah sesuatu yang Anda impikan. Saya tidak akan tidur selama seminggu," ujar Pessina usai laga.

Kini, Pessina tampaknya akan tidak tidur lebih lama lagi usai menyumbang satu gol saat Italia mengalahka Austria 2-0 dan lolos ke perempat final. Tidak heran jika Pessina "tertidur" saat merayakan golnya.

"Saya bahkan belum bisa ingat gol ke gawang Wales. Bayangkan yang satu ini (gol ke Austria). Yang paling penting adalah kami lolos ke perempat final. Saya akan mengingat malam ini selamanya," kata Pessina usai pertandingan 16 besar.

Perjalanan Pessina menuju skuad Azzurri terbilang unik. Pessina memulai dari titik nol sebelum akhirnya mengenakan seragam Gli Azzurri berkat kepercayaan yang diberikan pelatih Roberto Mancini.

"Karier saya menunjukkan bahwa mereka yang memulai dari Serie C, dengan pengorbanan, dapat mencapai timnas," ujar Pessina.

Pessina memang yang melakukan debut profesional di kasta ketiga bersama Monza pada 2014. Setahun kemudian dia direkrut AC Milan, meski tapi tidak pernah tampil.

Milan meminjamkannya ke Lecce, Catania, dan Como, sebelum dilepas ke Atalanta pada 2017 seharaga satu juta euro. Dia menjadi bagian dari alat bayar transfer Andrea Conti.

Di Atalanta karier Pessina masih belum jelas. Dia lagi-lagi dipinjamkan. Setelah beberapa saat menjadi pemain pinjaman di Spezia dan Hellas Verona, Pessina gemilang bersama Atalanta. Dia mencetak empat gol dan dua assist.

Pessina adalah sosok yang berbeda dengan pemain kebanyakan. Sebagai informasi, Pessina bersama Giacomo Raspadori merupakan pemain timnas Italia yang berpenghasilan paling rendah.

Pessina sangat suka berski di atas salju, bahkan saat anak-anak dia sempat mengikuti sejumlah kejuaraan. Dia suka balet, karena saudara perempuannya Carlotta adalah penari. Dia adalah fans dari petenis Roger Federer. Dia juga suka golf dan mengikuti basket NBA.

Pessina tidak pernah tertarik dengan tato dan PlayStation. Dia lebih suka mengisi waktu luangnya dengan membaca buku. Jika anak-anak kebanyakan menghindari pelajaran matematika, tidak buat Pessina.

"Ketika masih muda saya belajar matematika dan geometri. Mereka membantu saya membuka pikiran dan berpikir lebih cepat," kata Pessina dikutip dari Marca.

"Sebagai pesepak bola, seperseribu detik bisa membuat perbedaan."

Pessina masih membagi waktu antara komitmennya di sepak bola dan akademik. Dia terdaftar sebagai mahasiswa jurusan Ekonomi dan Manajemen di Luiss di Roma, di mana dia memperoleh beasiswa.

Pemain yang juga pencinta fotografi ini sudah memiliki bayangan masa depannya di sepak bola. Dia membayangan bukan di atas lapangan hijau, tetapi di belakang meja. Karena itulah dia menganggap serius pendidikan.

Namun untuk sekarang, para profesor di universitasnya akan mengerti, bukan saatnya memikirkan buku. Pessina sementara lepas dari buku dan fokus membela Azzurri.

Simak Rangkuman keseruan Piala Eropa 2020 di sini