BolaSkor.com - Tak dimungkiri lagi, pada masa offseason NBA saat ini semua mata mengarah ke Los Angeles Lakers. Kesimpulannya, LeBron James dan kawan-kawan bakal menjadi kekuatan dominan NBA musim 2020-21. Menjadi kampiun back to back pun ada dalam jangkauan.

Semua itu tidak lepas dari sukses besar Lakers dalam lalu lintas transfer pemain. Lakers berhasil mendatangkan pemain-pemain yang diyakini akan menambah kekuatan tim. Dengan tambahan pemain baru ini, Lakers, yang musim lalu juara, akan memiliki roster yang makin dalam.

Baca Juga:

Lepas Dwight Howard, Lakers Bajak Penggawa Clippers

NBA Usung Format Baru untuk Musim 2020-2021

Saking dalamnya, hampir semua individu memiliki kapasitas menjadi starting 5. Dua nama sudah pasti menjadi starter, LeBron James dan Anthony Davis. Sedangkan tiga sisanya akan menarik ditelisik.

Di masa offseason, Lakers merekrut Dennis Schroder, Marc Gasol, Montrezl Harrell, dan Wesley Matthews. Rekrutan yang bukan sembarangan.

Schroder musim lalu merupakan pemain cadangan dengan poin terbanyak dengan rata-rata 18,9 poin per game. Schroder unggul tipis dari Harrell yang memiliki rata-rata 18,6 poin per game dari bench. Harrell sendiri terpilih sebagai Sixth Man of the Year.

Dengan roster yang ada saat ini, tim asuhan Frank Vogel akan dahsyat di semua area, mengerikan saat menyerang dan solid ketika bertahan.

Lalu, bagaimana wajah baru starting 5 Lakers musim 2020-21? Berikut prediksi dari BolaSkor.com.

LeBron James

James terus meruntuhkan anggapan prestasi terkikis seiring bertambahnya usia. Pada usia 35 tahun, James selalu menjadi starter dalam 67 laga musim lalu dengan mencatat rata-rata 25 poin. Dia juga memimpin dalam hal assist dengan rata-rata 10 per laga.

Sejak tiba di Lakers, James melakukan adaptasi dalam cara bermain, di mana dia lebih menjadi point guard yang mengendalikan serangan. Hasilnya, James terpilih menjadi MVP final. Dia menjadi pemain tertua kedua dalam sejarah yang mampu meraih penghargaan tersebut.


Anthony Davis

Anthony Davis tampil solid pada musim pertamanya bersama Lakers. Tidak salah jika LeBron James memaksa Lakers untuk merekrutnya tahun lalu.

Pada usia 27 tahun, Davis sudah memperlihatkan dirinya akan menjadi penerus James sebagai pemimpin di Lakers. Gahar dalam menyerang dan kokoh saat bertahan. AD adalah pemain yang lengkap. Dengan rata-rata 26 poin dan lebih dari dua blok per laga musim lalu, tempat Davis di starting 5 tidak akan goyah.


Marc Gasol

Mengikuti jejak sang kakal Pau, Marc Gasol akhirnya berlabuh di Lakers. Marc datang untuk mengisi posisi center yang sebelumnya milik JaVale McGee dan Dwight Howard. Marc mencatat 7 poin dan 6 rebound per laga musim lalu bersama Toronto Raptors. Namun pengalamannya sangat dibutuhkan Lakers.

Marc datang ke Lakers dengan modal tiga All Star dan sekali terpilih sebagai pemain bertahan terbaik. Tidak hanya itu, Marc tahu bagaimana menjadi juara, seperti yang dilakukannya bersama Raptors. Selain solid dalam bertahan, Marc Gasol juga penembak yang efisien. Dia piawai menjalankan tugasnya sebagai fasilitator. Marc dipercaya akan mempermudah tugas Davis dan James.

Kentavious Caldwell-Pope

Lakers memutuskan untuk memperpanjang kontrak Kentavious Caldwell-Pope selama tiga tahun. Sebagai shooting guard, KCP memang kurang produktif dalam raihan poin. Namun musim lalu KCP adalah pemain terbaik ketiga Lakers, di belakang James dan Davis. Kemampuan bertahannya pun berkembang pesat.

Dengan perpanjangan kontrak, KCP merupakan salah satu pemain yang paling lama bertahan di Lakers dalam roster saat ini. Dan Vogel sudah menggaransi bahwa pemain berusia 27 tahun itu akan menjadi inti dalam usaha mempertahankan trofi.


Wesley Matthews

Sebagai pemain serbabisa, Matthews akan menjadi pesaing kuat bagi Kyle Kuzma di posisi small forward. Sepanjang kariernya, Matthews bermain di dua posisi, small forward dan shooting guard, sebuah atribut yang menjadi nilai plus.

Musim lalu terlihat jelas Lakers membutuhkan kedalaman di backcourt dan dengan adanya Matthews Lakers kini memiliki pemain yang solid dalam bertahan. Tidak hanya itu, Matthews juga merupakan penembak jarak jauh yang jitu. Musim lalu Matthews mencatat 40 persen dari luar garis tiga angka.