BolaSkor.com - Madura United menjadi salah satu tim yang meminta kompetisi Liga 1 2020 disetop tanpa embel-embel. Dirut PT PBMB Ziaul Haq menjelaskan mengapa Madura United mengambil opsi tersebut.

Sebelumnya, PSSI menggelar rapat virtual dengan 18 klub Liga 1 2020 untuk meminta saran soal nasib kompetisi. 8 klub ingin Liga 1 2020 disetop dan diganti dengan format baru atau turnamen. 5 tim memilih Liga 1 dilanjutkan.

Namun ada empat tim yang dengan tegas meminta Liga 1 disetop tanpa embel-embel atau syarat. Sementara Persipura Jayapura memilih abstain atau tidak ada opsi, menunggu keputusan Pemerintah Republik Indonesia soal tanggap darurat Virus Corona (COVID-19).

Madura United menjadi salah satu tim yang meminta Liga 1 disetop tanpa embel-embel. Tim lainnya yang sependapat dengan Madura United adalah Persebaya Surabaya, PSIS Semarang, dan Bhayangkara FC.

Baca juga:

Hasil Rapat Virtual dengan PSSI, Mayoritas Klub Minta Liga 1 2020 dengan Format Baru

PSSI Akan Terapkan Protokol Kesehatan Super Ketat jika Kompetisi Kembali Bergulir

“Madura United pada rapat virtual bersama-sama dengan perwakilan 18 klub peserta Liga 1 yang dipimpin oleh PSSI dalam hal ini, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, masih tetap pada penegasan untuk tidak melanjutkan kompetisi Liga 1 tahun 2020. Kalau tidak salah, kami bersama-sama dengan 12 klub Liga 1 lainnya juga menyampaikan sikap yang sama dengan komposisi 1 abstain dan 5 klub lainnya menyepakati kompetisi tetap berlanjut," ujar Ziaul Haq dalam rilis yang diterima BolaSkor.com.

"Pilihan Madura United untuk tetap konsisten pada pernyataan kompetisi tidak dilanjutkan, atas banyak pertimbangan dan tentunya juga saran bagi PSSI agar lebih mudah dalam merencanakan program berikutnya di tahun 2021. Karena melanjutkan kompetisi, bukan semata-mata hanya Liga 1 yang harus dilanjutkan. Namun, seluruh kasta kompetisi harus dijalankan seluruhnya, baik Liga 1 sendiri, Liga 2 dan Liga 3."

"Arah dari dilanjutkannya kompetisi bukan semata hanya menjalankan kompetisi, tetapi penentuan hasil akhir sebagai reward ada juara, ada yang degradasi ke Liga 1. Demikian juga di Liga dua ada yang promosi dan ada yang terdegradasi, pun juga dengan Liga 3. Lebih-lebih, masih terlalu dini membahas kelanjutan kompetisi karena hingga saat ini pucuk pimpinan di PT Liga Indonesia masih belum terisi sepenuhnya usai pengunduran diri Komut, Komisaris dan Direktur Umum."

"Namun, yang utama dari kami tentang pilihan agar kompetisi tidak dilanjutkan, lebih pada keselataman semua pihak yang akan bekerja langsung dengan pertandingan. Baik itu, pemain, medis, perlengkapan maupun perangkat pertandingan. Meski saat ini pemerintah sudah mempersiapkan pola hidup baru yang disebut new normal, namun untuk saat ini kita masih dihadapkan dengan situasi bahwa penanganan COVID-19 di Indonesia masih belum sepenuhnya berhasil justru makin ada peningkatan pasien yang terinfeksi,” tambahnya.

Baca juga:

PSSI Akan Terapkan Protokol Kesehatan Super Ketat jika Kompetisi Kembali Bergulir

APPI dan PSSI Akan Bahas Revisi Kontrak Pesepak Bola jika Kompetisi Dilanjutkan


Sementara itu, Madura United ogah berrmain jika memang nantinya PSSI memutuskan Liga 1 dilanjutkan. Hal ini dipertegas oleh Direktur Madura United, Haruna Soemitro.

"Kalau kompetisi dimulai lagi di tengah ketidakpastian kontrol penyebaran COVID-19 ini, resiko kontrol terhadap orang dengan mobilitas masing-masing akan lebih mengancam kesehatan dan keselamatan orang," kata Haruna kepada wartawan.

"Jika berhenti resikonya terfokus pada bagaimana klub tidak mendapatkan gugatan dari beberapa pihak (pemain, pelatih dll). Tapi klub tidak memfasilitasi kegiatan yang beresiko terhadap penularan COVID-19."

"Jika terjadi resiko, maka exit plannya akan lebih sulit dan rumit karena statusnya kompetisi sudah on," tambahnya.

Madura United
Madura United. (Instagram Madura United)



Sebelumnya, PSSI melakukan rapat virtual dengan 18 klub Liga 1 2020 untuk meminta saran terkait nasib kompetisi, Rabu (27/5). Dalam rapat tersebut, 8 klub ingin Liga 1 disetop dan diganti dengan format baru atau turnamen. 5 tim memilih Liga 1 dilanjutkan.

Namun ada empat tim yang dengan tegas meminta Liga 1 disetop tanpa embel-embel atau syarat. Sementara Persipura Jayapura memilih abstain atau tidak ada opsi, menunggu keputusan Pemerintah Republik Indonesia soal tanggap darurat Virus Corona (COVID-19).

PSSI juga sudah meminta saran Asosiasi Pelatih Sepak bola Seluruh Indonesia (APSSI) dan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) untuk nasib dari kelanjutan Liga 1 dan Liga 2. Keduanya ingin kompetisi dilanjutkan dengan protokol kesehatan ketat.

Kini, PSSI akan membawa hasil saran dari APPI, APSSI, dan 18 klub Liga 1 ke rapat anggota Komite Eksekutif (Exco) pada 29 Mei mendatang. Di mana, tanggal tersebut merupakan penentuan status tanggap darurat Virus Corona Pemerintah Republik Indonesia.

Di mana, PSSI menghentikan kompetisi dengan status force majeure sampai tanggal 29 Mei 2020. Jika status tanggap darurat Virus Corona diperpanjang, kompetisi dihentikan. Jika tidak, kompetisi dilanjutkan setelah 1 Juli 2020. (Laporan Kontributor Bima Pamungkas/Madura)