BolaSkor.com - Babak adu tendangan penalti adalah cara terakhir untuk mencari pemenang dalam sebuah pertandingan sepak bola. Pada saat itu, ketegangan, harapan, dan rasa khawatir melebur jadi satu.

Babak tos-tosan pertama kali diajukan oleh wasit asal Israel, Yosef Dagan. Ia kecewa setelah melihat tim nasional Israel kalah pada babak perempat final Olimpiade 1968.

FIFA baru mengesahkan aturan tersebut dua tahun berselang. Pada akhirnya, semua kompetisi yang berada dalam naungan FIFA menerapkan babak adu tendangan penalti ketika tidak ada pemenang dalam 120 menit.

Baca juga:

3 Pelatih yang Kesulitan pada Debutnya, namun Berhasil Meraih Kesuksesan

5 Klub Eropa yang Kehilangan Banyak Pemain Andalan di Bursa Transfer Musim Panas 2019

Penalti di MLS

Pakemnya, tedangan penalti dilakukan dengan jarak 12 yard atau 11 meter. Ketika itu, kemampuan kiper dan ketenangan sang algojo menjadi kunci.

Namun, kompetisi sepak bola di Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS), punya cara berbeda. Liga yang mulai bergulir sejak 1996 tersebut menerapkan metode yang berbeda pada babak tos-tosan.

Caranya, penendang akan berada dalam jarak 32 meter dari gawang. Setelah itu, mereka punya waktu lima detik untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Para penendang bebas melakukan apa pun, termasuk mendekati gawang sebelum melakukan tembakan. Biasanya, pada algojo akan menggiring bola dan mencari celah untuk melepaskan tembakan. Sementara itu, kiper cenderung maju ke depan untuk menutup ruang tembak.

Penalti versi MLS tersebut berlangsung selama empat musim awal. Intensitas penalti tersebut pun cukup tinggi. Sebab, MLS tidak mengenal hasil imbang dalam sebuah pertandingan. Intinya, harus ada tim yang keluar sebagai pemenang.