BolaSkor.com - Gelaran Piala Afrika 2021 ternoda dengan jatuhnya korban jiwa pada laga Kamerun kontra Komoro. Antusiasme publik tuan rumah tak mampu dikendalikan pihak penyelenggara.

Duel kedua tim pada babak 16 besar berlangsung di Pail Biya Stadium, Selasa (25/1) dini hari WIB. Kamerun yang berstatus tuan rumah memenangi pertandingan dengan skor 2-1 dan melaju ke perempat final.

Dua gol kemenangan Kamerun dicetak oleh Karl Toko Ekambi (29') dan Vincent Aboubakar (70'). Sementara Komoro hanya mampu memperkecil kedudukan lewat gol spektakuler Youssouf M'Changama (81').

Laga kedua tim di lapangan memang berlangsung lancar. Namun tidak dengan tribun dan area stadion.

Baca Juga:

Hasil 16 Besar Piala Afrika 2021: Gambia Bikin Kejutan, Kamerun Melenggang

Hasil dan Klasemen Piala Afrika 2021: Juara Bertahan Tersingkir

Hasil dan Klasemen Piala Afrika 2021: Laju Mulus Nigeria dan Mesir

Suporter Kamerun nyatanya berbondong-bondong datang ke stadion untuk mendukung tim kesayangannya. Padahal kursi penonton yang tersedia hanya 48 ribu atau 80 persen dari kapasitas aslinya.

Jumlah suporter yang datang ke stadion diperkirakan lebih dari 60 ribu orang. Kondisi ini membuat insiden desak-desakan tak terhindarkan.

Menurut laporan BBC, kekacauan terjadi di hampir semua gerbang stadion. Penonton yang tak memiliki tiket tetap memaksa masuk meski pintu sudah ditutup.

Akibatnya, delapan orang dikabarkan meninggal dunia. Sementara puluhan lainnya luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) bergerak cepat merespons insiden ini. Mereka tengah melakukan penyelidikan sebelum nantinya mengambil keputusan.

"CAF saat ini sedang menyelidiki situasi dan mencoba untuk mendapatkan rincian lebih lanjut tentang apa yang terjadi. Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah Kamerun dan Komite Penyelenggara Lokal," bunyi pernyataan resmi CAF.

"Presiden CAF, Dr Patrice Motsepe mengirim Sekretaris Jenderal, Veron Mosengo-Omba untuk mengunjungi para suporter di rumah sakit di Yaounde."

Kamerun terpilih menjadi tuan rumah Piala Afrika untuk kali pertama dalam 50 tahun terakhir. Stadion ini juga dijadwalkan menggelar laga final.

CAF tak boleh menganggap remeh insiden ini. Bukan tidak mungkin masalah yang lebih parah akan terjadi apalagi jika Kamerun mampu melenggang ke partai puncak.