BolaSkor.com - PSSI sudah melakukan rapat virtual dengan para perwakilan klub di Liga 1 untuk memberikan masukan dan saran kepada PSSI terkait dengan kelanjutan Liga 1 2020 yang dilakukan pada Rabu (27/5).

Pada rapat tersebut, semua tim bebas mengeluarkan pendapat mereka terkait kompetisi. Hasilnya mayoritas tim meminta kompetisi dihentikan dan dilanjutkan dengan menggunakan format baru seperti home tournament.

Ada juga empat tim yang dengan tegas meminta Liga 1 disetop tanpa embel-embel atau syarat. Hanya Persijara Banda Aceh yang bersikukuh ingin Liga 1 2020 tetap dilanjutkan.

Salah satu klub Borneo FC menginginkan kompetisi musim ini dilanjutkan meskipun dengan beberapa syarat, pertama peningkatan nilai subsidi. Hal tersebut pun dibenarkan oleh Presiden Borneo FC, Nabil Husein.

Baca juga:

Hasil Rapat Virtual dengan PSSI, Mayoritas Klub Minta Liga 1 2020 dengan Format Baru

PSSI Akan Terapkan Protokol Kesehatan Super Ketat jika Kompetisi Kembali Bergulir

"Jadi lebih baik lanjut tapi tetap harus melihat situasi juga. Saya ingin subsidi bisa ditambah mengingat nanti kan akan jalan tanpa penonton. Sehingga harus ada dibicarakan mengenai rating TV (televisi) dan sharing itu," kata Nabil.

Selain peningkatan subsidi, Nabil juga meminta ada pembicaraan terkait dengan kontrak pemain dan pelatih. Karena jika memang berhenti ataupun dilanjutkan harus ada revisi terkait dengan kontrak tersebut.

Tidak berhenti disitu saja, Nabil Husein mengaku sampai saat ini sama sekali tidak memikirkan opsi turnamen. Jika akhirnya diputuskan ada turnamen pengganti, harus ada kejelasan sejumlah hal.

"Mengenai kontrak harus direvisi, cari jalan terbaik bersama. Saat ini sudah sangat berat menjalankan klub tanpa adanya pemasukan. Untuk itu kami harus cari sponsor tambahan dan tidak mudah untuk tim di Kalimantan Timur khususnya, untuk mencari tambahan sponsor," ujar Nabil.

"Yang penting ada yang tanggung jawab. Silahkan bikin turnamen. Kontrak (pemain dan pelatih) kami sama FIFA masalahnya. Jangan nanti ujungnya kalau ada masalah, diminta bertanggung jawab juga. Ya, sama saja," pungkasnya.