BolaSkor.com - Tim legal Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, membantah kliennya melakukan tindak pidana suap. Mereka mengungkapkan, Al-Khelaifi tidak terlibat sama sekali dengan skandal tersebut.

Nasser Al-Khelaifi tengah berada dalam investigasi pihak Kepolisian Prancis. Tuduhan suap untuk Kejuaraan Dunia Atletik 2017 pada 2011 menjadi alasan.

Kepolisian Prancis mencurigai Nasser Al-Khelaifi melakukan penyuapan agar Qatar menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017. Saat itu, Al-Khelaifi dituduh melakukan kecurangan lewat pihak ketiga.

Pihak ketiga yang dimaksud adalah perusahaan milik mantan Presiden IAAF (Asosiasi Atletik Internasional), Lamine Diack. Nasser Al-Khelaifi dituding melakukan penyuapan itu menjelang penunjukkan tuan rumah.

Baca Juga:

Mengulas Kasus Pelanggaran FFP Manchester City: Asal Muasal dan Potensi Hukuman Berat

Nestapa PSG Bisa Jadi Momen Kebangkitan AS Roma

PSG

Akan tetapi, tim legal Presiden PSG itu telah menolak mentah-mentah tudingan tersebut. Mereka menilai, apa yang dituduhkan ke kliennya tidak masuk akal.

"Banyak yang menyebut tudingan ini masuk akal berdasarkan surat perjanjian dari Lamine Diack. Surat itu berisi penundaan pemilihan tuan rumah Kejuaraan Dunia Atletik 2017," tulis tim legal Presiden PSG.

"Nasser Al-Khelaifi dituding melakukan pembayaran. Tujuan adalah mendapat keuntungan dari Lamine Diack. Kedua tuduhan tersebut tidak masuk akal."

"Padahal, Nasser Al-Khelaifi tidak terlibat dalam tim yang mempresentasikan Doha untuk menjadi tuan rumah Kejuaran Dunia Atletik 2017," pungkas pernyataan tersebut.

Hingga saat ini, belum diketahui kelanjutan Presiden PSG tersebut. Namun, hakim di Prancis telah memerintahkan petugas menyelidiki Nasser Al-Khelaifi.