BolaSkor.com - Penyerang Real Madrid, Luka Jovic, memicu kontroversi dengan meninggalkan karantina di Spanyol dan pulang kampung ke Serbia untuk merayakan ulang tahun kekasihnya di Belgrade. Tidak tanggung-tanggung Jovic terancam dipenjara.

Seperti diketahui, Real Madrid beserta staf dan pemain dikarantina untuk menjalani isolasi di rumah masing-masing setelah pemain tim basket Madrid positif virus corona.

Di tengah penundaan liga-liga Eropa karena pandemi corona, Jovic memutuskan kembali ke Serbia. Meski dia dinyatakan negatif corona, namun risiko penularan virus berpotensi terjadi karena pemain berusia 22 tahun datang langsung dari negara yang memiliki kasus virus corona.

Baca Juga:

Sepak Bola Terhenti karena Virus Corona, Klub Swiss Putus Kontrak 9 Pemain

Penundaan Premier League Resmi Diperpanjang hingga 30 April

Kabur dari Karantina, Luka Jovic Dimarahi Perdana Menteri Serbia

Luka Jovic

Ana Brnabic, Perdana Menteri Serbia, sudah melepaskan rasa kecewa dan amarahnya kepada Jovic yang dianggapnya tidak peduli dengan orang-orang sekitar.

"Kita semua melihat contoh negatif dari para pesepakbola di negeri kami, yang digaji dengan sangat tinggi, mengabaikan instruksi untuk mengisolasi diri dan kembali ke rumah," cetus Brnabic kepada AS.

Tidak tanggung-tanggung Pemerintah Serbia akan mempidanakan Jovic dengan potensi hukuman penjara. Hal itu dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Dalam Negeri, Nebojsa Stefanovic

"Kami telah mencatatkan laporan-laporan kriminal kepada beberapa atlet terkenal tersebut. Mereka akan meresponsnya ketika pengadilan memutuskan waktunya untuk memanggil mereka," tegas Stefanovic.

Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, juga menambahkan memberi instruksi kepada pihak berwajib untuk menangkap Jovic dan atlet lainnya yang kembali dari luar negeri di kala Serbia melakukan lockdown terkait virus corona.

"Salah satu dari mereka (diyakini Nikola Ninkolic dari klub Serie B Ascoli) berada di sebuah hotel. Yang lain (disinyalir Jovic) ada di apartemennya. Jika salah satu dari mereka meninggalkan tempat-tempat ini, mereka akan ditangkap," imbuh Vucic.

"Saya pikir mereka berdua telah meminta maaf atas apa yang telah mereka lakukan, tetapi saya ingin membuatnya sangat jelas bagi mereka bahwa kehidupan orang-orang kita jauh lebih penting daripada jutaan (uang yang) mereka (miliki)."

Jovic menyadari hal tersebut dan menyampaikan permintaan maafnya via media sosial. Eks penyerang Eintracht Frankfurt membeberkan alasan pulang ke Serbia karena ia dinyatakan negatif virus corona dan diizinkan Madrid kembali ke kampung halamannya.

"Mengingat situasi di dunia dan di negara kita sangat sulit, sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya, saya harus maju dan mengirimkan dukungan saya kepada semua orang," tulis Jovic di Instagram.

"Pertama-tama, saya sangat menyesal bahwa saya telah menjadi cerita utama hari ini dan bahwa semua orang telah menulis tentang saya dan bukan tentang orang-orang penting yang berjuang melawan krisis ini, para dokter dan semua orang yang bekerja di layanan kesehatan."

"Di Madrid, tes saya untuk Covid-19 adalah negatif. Karena itu saya memutuskan untuk pergi ke Serbia, untuk membantu dan mendukung orang-orang kami dan untuk lebih dekat dengan keluarga saya, dengan izin klub saya."

"Ketika saya tiba di Serbia, saya diuji dan hasilnya negatif. Saya sangat menyesal bahwa beberapa orang tidak melakukan pekerjaan mereka secara profesional dan tidak memberi saya instruksi tentang bagaimana berperilaku sehubungan dengan isolasi."

"Di Spanyol saya diizinkan pergi ke apotek dan supermarket, yang tidak terjadi di sini. Saya ingin mengatakan saya minta maaf kepada semua orang jika saya menempatkan seseorang dalam risiko dengan cara apa pun. Saya berharap bersama-sama kita dapat mengatasi ini Untuk Serbia, semua dukungan saya, dan kita akan melewati ini bersama," urai Jovic.