BolaSkor.com - Reputasi Mauricio Pochettino memang belum sementereng Pep Guardiola. Namun kedua juru taktik itu nyatanya sudah terlibat rivalitas di pinggir lapangan selama 12 tahun terakhir.

Semifinal Liga Champions 2020-2021 menjadi panggung terbaru dari rivalitas Guardiola dan Pochettino. Dua klub kaya Eropa, Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG) menjadi kendaraan masing-masing pelatih.

Keduanya akan memimpin skuatnya melakoni duel hidup mati di Etihad Stadium, Rabu (5/5) pukul 02.00 dini hari WIB. Guardiola kini sedikit di atas angin setelah Manchester City asuhannya memenangi leg pertama dengan skor 2-1.

Baca Juga:

Unggul Leg Pertama, Guardiola Anggap Peluang Manchester City Masih Misteri

Pernah Tinggalkan Barcelona, Guardiola Berikan Wejangan untuk Lionel Messi

Pep Guardiola Ungkap Resep Comeback Kontra PSG

Pep Guardiola dan Mauricio Pochettino

Dalam sejarahnya, rivalitas kedua pelatih cenderung kurang seimbang. Guardiola terlihat lebih superior dibanding Pochettino.

Namun hal ini tak lepas dari tim-tim yang ditangani keduanya. Guardiola lebih sering memimpin tim besar saat berduel dengan Pochettino.

Rivalitas keduanya dimulai pada awal tahun 2009 pada ajang Copa del Rey. Kala itu Barcelona asuhan Guardiola menantang Espanyol yang dilatih Pochettino.

Dari dua leg, Guardiola dan Barcelona keluar sebagai pemenang. Namun Pochettino hanya butuh waktu kurang dari sebulan untuk membalas kekalahan tersebut di ajang LaLiga.

Secara keseluruhan, kedua pelatih berduel sembilan kali di tanah Spanyol hingga tahun 2012. Hasilnya, Guardiola unggul dengan catatan lima kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.

Empat tahun berselang, rivalitas keduanya berlanjut di daratan Inggris. Guardiola bergabung ke Manchester City pada musim panas 2016 atau dua musim sebelum Pochettino merapat ke Tottenham Hotspur.

Karier Pochettino di Inggris bahkan sudah dimulai sejak awal tahun 2013. Pria berkebangsaan Argentina itu ditunjuk menangani Southampton.

Tak berbeda jauh dengan sebelumnya, Guardiola masih superior di hadapan Pochettino. Keduanya kembali bertemu sembilan kali di berbagai kompetisi dengan rekor lima kemenangan untuk Guardiola, dua untuk Pochettino dan dua sisanya berakhir imbang.

Comeback Dramatis

Meski inferior, Pochettino pernah membuat Guardiola merasakan salah satu kegagalan paling menyakitkan. Momen itu terjadi pada perempat final Liga Champions 2018-2019.

Tottenham memenangi leg pertama dengan skor 1-0 di kandangnya. Namun banyak pihak menilai Manchester City akan melakukan comeback pada pertemuan kedua.

Manchester City memang mampu memenangi leg kedua dengan skor 4-3. Namun hasil itu tak cukup karena Tottenham unggul agresivitas gol tandang.

Guardiola masih mengingat momen tersebut. Namun ia yakin hal itu tidak akan mempengaruhi hasil laga PSG dan Manchester City.

"Itu masa lalu dengan pemain yang berbeda dan momen yang berbeda hingga menjadi kenangan saya selama di sini. Dalam karier dan kehidupan kita, Anda memiliki momen-momen indah dan momen-momen mengecewakan," kata Guardiola di situs resmi UEFA.