BolaSkor.com - Kejutan terjadi di pekan lima Serie A 2022-2023. Berlangsung di Stadio Friuli, Senin (05/09) dini hari WIB, tuan rumah Udinese menjadi tim pertama yang memberikan kekalahan untuk AS Roma besutan Jose Mourinho.

Tidak tanggung-tanggung, Udinese menang telak 4-0 melalui gol yang dicetak Destiny Udogie (5'), Lazar Samardzic (56'), Roberto Pereyra (75'), dan Sandi Lovric (82'). Udinese bermain efisien dengan 43 persen penguasaan bola, 11 tendangan dan lima tepat sasaran - empat berbuah gol.

Sementara Roma hanya punya dua sepakan tepat sasaran dari 12 percobaan dan 57 persen penguasaan bola. Dua gol pertama Udinese tidak lepas dari kesalahan lini belakang Roma, satu kala Bryan Cristante coba mengoper bola kepada Rui Patricio tapi gagal melakukannya, lalu yang kedua blunder Patricio dalam membaca arah bola.

Baca Juga:

Selebrasi Topeng Paulo Dybala Kembali, AS Roma ke Puncak Klasemen

Diburu Milan dan Juventus, Roma Buka Peluang Jual Zaniolo

Batal Pindah, AS Roma Siapkan Hadiah untuk Nicolo Zaniolo

“Penjelasan saya adalah ini adalah pertandingan yang sulit, lawan yang sulit yang tahu cara memainkan jenis permainan ini. Anda tidak bisa ketinggalan dalam pertandingan ini, jika tidak mereka bertahan dengan sangat baik, melakukan serangan balik, dapat mengontrol tempo, melakukan pelanggaran taktis, jadi jika Anda tertinggal melawan mereka, Anda sudah dalam masalah," kata Mourinho kepada DAZN.

“Saya akan mengatakan bahwa saya lebih suka kalah di satu pertandingan 0-4 daripada empat pertandingan (kalah) 0-1, karena pada akhirnya kami hanya kehilangan tiga poin daripada 12 poin. Sulit bagi kami dan para penggemar untuk menelannya, tetapi ini adalah hidup, kami memiliki (laga) yang lain. pertandingan pada hari Kamis dan kami move on."

Rekor Pelatih Udinese

Pelatih Udinese berusia 48 tahun, Andrea Sottil, selayaknya bangga dengan hasil tersebut sebab menurut Football-Italia ia ada dalam jajaran pelatih yang mampu memberikan luka dalam kepada Mourinho.

Ya, Sottil menyamai Antonio Conte dan Pep Guardiola sebagai pelatih yang mampu mengalahkan tim besutan Jose Mourinho dengan catatan empat gol atau lebih di satu laga liga.

Guardiola melakukannya pada 29 November 2010 saat Barcelona menang 5-0 atas Real Madrid, sementara Conte dengan Tottenham Hotspur kala menang 4-0 atas Manchester United pada 23 Oktober 2016.

Namun, kekalahan terparah Mourinho masih bertahan pada ajang Europa Conference League ketika Roma kalah 1-6 melawan tim Norwegia Bodo/Glimt pada 21 Oktober 2021. Sottil pun berbagi resep caranya menangani Roma.

"Kami berada dalam periode yang bagus, tim berkembang, kami dalam kondisi fisik yang bagus dan fokus untuk menekan lawan sedikit lebih tinggi, terlepas dari siapa mereka," terang Sottil.

“Saya mencoba untuk menciptakan identitas kami dengan para pemain, berharap untuk meningkatkan performa pertandingan demi pertandingan. Tim ini luar biasa malam ini, menciptakan begitu banyak peluang, memiliki serangan balik yang cepat, karena tim ini memiliki DNA yang cenderung melakukan transisi yang menghancurkan."

“Kami membiarkan Roma sangat sedikit, menutup ruang melalui pusat di mana mereka cenderung unggul dan menetralisirnya.”

“Keputusan kami bukan hanya untuk mengejar Roma seperti yang kami lakukan dengan Fiorentina, tetapi untuk memainkan sepak bola kami. Memperkenalkan Tolgay dan Samardzic adalah rencana untuk mengontrol lini tengah dan membuatnya lebih sulit bagi mereka dan itu bekerja dengan baik. Kami memindahkan bola ke kaki, dengan cepat, seperti yang kami persiapkan," urainya.