BolaSkor.com - Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, membutuhkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 untuk kembali lanjut. Hal ini dilakukan demi program Timnas Indonesia hingga meraih prestasi nantinya.

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 masih belum jelas nasibnya. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) belum mendapat izin keramaian dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menggelar kompetisi. Meski begitu, PSSI dan PT LIB bersama para klub setuju kompetisi digelar kembali pada November mendatang.

Lanjutan Liga 1 2020 akan digelar pada 1 November mendatang. Sedangkan Liga 2 menyusul sepekan kemudian.

Jika pihak Polri tidak memberikan izin kembali, PSSI dan PT LIB bersama para klub bersepakat kompetisi tetap dilanjutkan pada Desember hingga Januari 2021. Meskipun nantinya berubah format.

Baca Juga:

Ketum PSSI Sebut Nasib Bagus Kahfi di Timnas Indonesia U-19 Tergantung Shin Tae-yong

Ketum PSSI Tegaskan Wewenang Pemanggilan Pemain Timnas Indonesia U-19 di Tangan Shin Tae-yong

"Pemain akan mendapatkan atmosfer pertandingan di kompetisi resmi. Ini beda dengan kalau hanya training camp dan uji coba dengan Timnas negara lain atau klub," kata Shin Tae-yong, dari rilis PSSI yang diterima BolaSkor.com.

"Jadi, tidak bisa itu menunda-nunda kompetisi. Karena ini menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah Timnas. Lebih cepat kompetisi digelar lagi akan semakin bagus," tambahnya.

Apa yang dikatakan Shin Tae-yong memang benar adanya. Mengingat sejumlah agenda Timnas Indonesia Senior hingga Junior. Ada Timnas Indonesia Senior yang akan berlaga di sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 dan Piala Asia 2023 serta Piala AFF 2020.

Belum lagi Timnas Indonesia U-19/U-20 yang akan berlaga di Piala Asia 2020 pada awal tahun 2021. Lalu Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia nantinya.

"Saya membutuhkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 diputar lagi untuk bisa memantau secara langsung perkembangan pemain di klubnya masing-masing," ucap Shin Tae-yong.

"Saya bisa memantau jika ada pemain yang bisa dipanggil untuk memperkuat Timnas U-20. Kalau tidak ada kompetisi Liga 1 dan Liga 2, bagaimana saya bisa memantau pelaksanaan program yang sudah saya siapkan," tutur pelatih asal Korea Selatan.