BolaSkor.com - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengungkapkan Manchester City tidak akan mendapatkan perlakuan khusus bila terbukti melanggar Financial Fair Play (FFP). Ceferin menegaskan, UEFA akan bersikap adil pada setiap klub.

Manchester City sedang dalam penyelidikan komite pengawas UEFA setelah Der Spiegel mengabarkan terjadi kecurangan dalam hal FFP. The Citizens dilaporkan tidak menaati peraturan FFP soal pengeluaran dan pendapatan klub.

Menurut laporan tersebut, Manchester City terancam tidak bisa berlaga di kompetisi Eropa bila terbukti bersalah. Namun, tidak sedikit pihak yang sangsi UEFA berani menindak tegas The Citizens.

Sejatinya, isu Manchester City melanggar FFP sudah bergulir sejak beberapa musim lalu. Akan tetapi, UEFA terkesan tidak acuh dengan kabar tersebut. Selain Man City, Paris Saint-Germain juga masuk dalam daftar klub yang diduga melanggar FFP.

Baca Juga:

Vincent Kompany Akhiri Dedikasi 11 Tahun Bersama Manchester City

Menilik Perbandingan Skuat Treble Manchester City 2019 dengan Manchester United 1999

Manchester City

Untuk menepis tudingan miring, Ceferin mengungkapkan UEFA tidak akan tebang pilih dalam kasus pelanggaran FFP. "Kita terkadang lupa betapa kotornya industri ini," ujar Ceferin kepada New York Times.

Ada kekhawatiran, Manchester City dan PSG akan kembali lolos dari hukuman UEFA. Sementara itu, klub yang lebih rendah tidak seberuntung Man City dan Les Parisiens.

"Jika melakukannya dengan benar, Anda tidak perlu menjual diri. Jika tidak terlibat dalam bisnis aneh, Anda tidak akan rusak. Anda harus tetap terang dan adil pada siapa pun," kata sang presiden.

Sementara itu, Manchester City mencoba berkelit atas tuduhan yang dilontarkan. Menurut Manchester City, temuan itu tidak berdasarkan fakta.

"Keputusan itu mengandung kesalahan, salah tafsir dan kebingungan yang pada dasarnya berasal dari kurangnya proses hukum. Masih ada hal-hal penting yang belum terselesaikan yang akan diajukan Manchester City," jelas Ceferin.