BolaSkor.com - Panpel Arema FC semakin optimistis dengan langkah nyata dalam menekan angka kebocoran tiket. Masalah itu semakin hari dianggap semakin meresahkan, meski sudah dicegah dalam sejumlah metode.

Menurut Panpel, tidak mungkin melakukan upaya pencegahan lewat tindakan represif. Lantaran praktik kotor tersebut justru dilakukan oleh para oknum penjaga tiket di setiap pintu masuk Stadion Kanjuruhan berjumlah total 15 gate.

"Kami pikir sudah cukup efektif. Mereka (oknum) mulai balik arah setelah membaca sendiri, atau saat diberi tahu ada spanduk itu," ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris setelah pertandingan menjamu Persija (23/11) lalu.

Baca Juga:

TIRA-Persikabo Buat Keputusan, Rahmad Darmawan Selesai sebagai Pelatih

Satu Poin Lagi Bali United Akan Juara Liga 1 2019

Spanduk bernada kecaman itu sendiri berisi himbauan biasa, namun menusuk perasaan. Dan cara itu lah yang kemudian bisa sedikit menangkal angka melubernya penonton yang melebihi jumlah tiket yang terjual.

Pemandangan yang sudah jamak tersaji, terutama menyasar pada super big match Arema FC. Asumsi yang relevan dengan tingginya animo penonton untuk datang ke stadion, namun terhadang dengan terbatasnya kuota tiket yang dilepas Panpel.

"Bunyinya: Hanya yang bertiket saja yang berhak masuk. Yang tidak bertiket, berarti tidak punya rasa malu," beber Abdul Haris.

"Kami pasang spanduk itu di setiap pintu masuk stadion. Harapannya, agar (para oknum) berpikir ulang untuk memasukkan orang tanpa tiket," tambahnya.

Super big match kontra Persija sendiri mencatatkan rekor jumlah penonton tertinggi bagi Arema FC. Total 43.400 tiket ludes terjual, serta memberi pemasukan secara kotor hingga Rp2 Miliar untuk menunjang finansial klub. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)