BolaSkor.com - Manchester United melanjutkan rutinitasnya melakukan comeback saat menjamu AS Roma pada leg pertama semifinal Liga Champions 2020-2021. Namun taktik yang diterapkan Ole Gunnar Solskjaer sempat mendapat kritik keras.

Dalam laga yang berlangsung di Old Trafford, Manchester United sukses menghancurkan Roma dengan skor telak 6-2. Hasil ini membuat satu kaki Setan Merah sudah menginjak final.

Namun kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Hingga babak pertama berakhir, Manchester United harus tertinggal 1-2 setelah gol cepat Bruno Fernandes dibalas penalti Lorenzo Pellegrini dan Edin Dzeko.

Baca Juga:

10 Fakta Menarik Leg Pertama Semifinal Liga Europa: Cavani Gemilang

Manchester United Hanya Mesin Pencetak Uang Keluarga Glazer

Hasil Pertandingan: Manchester United Permak AS Roma, Arsenal Bawa Pulang Kekalahan

Manchester United

Pada jeda babak, taktik Solskjaer dikritik oleh dua mantan pemain Manchester United yang kini bekerja sebagai pandit, Paul Scholes dan Owen Hargreaves. Keduanya kompak menilai lini tengah yang diisi Fred, Paul Pogba dan Scott Mctominay tidak berjalan efektif.

Scholes dan Hargreaves menyarankan kepada Solskjaer untuk mengganti salah satunya. Namun saran tersebut nyatanya tak dilakukan.

Solskjaer sama sekali tidak mengubah susunan pemainnya saat memulai babak kedua. Meski begitu, Manchester United mampu tampil lebih baik.

Manchester United akhirnya mampu membalikkan kedudukan kembali lewat dua gol Edinson cavani pada menit ke-48 dan 64. Tuan rumah kemudian semakin menjauh melalui penalti Bruno Fernandes dan Paul Pogba.

Setelah unggul 5-3, Solskjaer baru melakukan pergantian pemain. Namun ia tak menarik gelandangnya melainkan Marcus Rashford dan memberi kesempatan kepada Mason Greenwood.

Solskjaer baru menarik keluar Fred saat waktu normal tersisa tujuh menit. Manchester United hanya bisa menambah satu gol lagi setelah pemain berkebangsaan Brasil itu keluar lapangan.

Usai pertandingan, Solskjaer pun melancarkan serangan balasan kepada Scholes dan Hargreaves. Namun ia melakukannya lewat sebuah sindiran.

"Mudah sekali memikirkan siapa yang harus bermain tapi(sulit memilih) siapa yang tidak bermain? Ini tim yang sangat bagus, bekerja sangat bagus melawan Tottenham," kata Solskjaer kepada BT Sport.

"Mason Greenwood seharusnya kecewa karena tidak bermain (sebagai starter), tetapi ini tentang keseimbangan."

Kritik terhadap Solskjaer bukanlah hal yang baru. Pria berkebangsaan Norwegia itu hampir selalu mengalaminya saat Manchester United meraih hasil buruk.

Hal ini menjadi bukti, analisis seorang pandit atau pengamat tidak sepenuhnya benar. Manajer atau pelatih tentu lebih mengetahui kondisi timnya termasuk dalam urusan pemilihan pemain.