BolaSkor.com - Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, menilai kegagalan di Piala AFC 2022 merupakan sebuah pembelajaran penting. Kesalahan besar melawan Visakha FC jadi masalah yang membuat target lolos grup gagal tercapai.

Bali United sebenarnya memiliki bekal yang lebih dari cukup untuk main di Piala AFC. Mereka punya segudang pemain berkualitas di setiap lini.

Bali United juga diuntungkan dengan status tuan rumah Grup G. Seluruh laga bisa dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, serta disaksikan suporter setianya.

Namun, kenyataan yang terjadi sungguh berbanding terbalik. Bali United gagal lolos ke fase selanjutnya. Bahkan, mereka berada di peringkat tiga fase grup.

Baca Juga:

PSM Lolos Semifinal Zona ASEAN, Bali United Tersingkir

Bali United Menang Tipis atas Kaya FC


Kegagalan ini membuat suporter setianya protes keras, terutama yang ada di tribun utara. Mereka menyalakan flare dan beberapa yang masih menyala dilempar ke depan tribun.

Di tribun yang ditempati North Side Boys (NSB) 12 juga terbentang spanduk "Error 404" dan "AFC Not Found". Para suporter juga tak menyanyikan anthem "Rasa Bangga" meski lagu sudah diputar panitia pertandingan.

Stefano Cugurra pun mengevaluasi kegagalan yang dicatatkan timnya. Menurut Teco, sapaan akrabnya, kesalahan terjadi pada partai kedua melawan Visakha FC saat kalah 2-5.

"Pertandingan pertama (lawan Kedah) sangat bagus. Dan sekarang melawan Kaya, kita menang 1-0. Kita kurang konsentrasi dan finishing buat bisa menang dengan gol lebih banyak," kata Teco

"Dan masalah ada pada pertandingan babak kedua melawan Visakha. Kita main kurang bagus, organisasi kurang bagus dan kita harus terima kekalahan itu," lanjut Teco.

Kegagalan ini menjadi pembelajaran penting buat Bali United. Apalagi pada kompetisi 2023 nanti, Bali United masih jadi wakil Indonesia di Asia karena status juara Liga 1 2021/2022.

"Inilah situasi dari sepak bola. Kita harus belajar dari itu, baik itu pelatih, pemain dan semua. Ketika nanti ada kesempatan buat main lagi (di Asia), kita harus lebih siap dan lebih kuat," kata Teco.

Status juara grup G pada akhirnya jadi milik Kedah Darul Aman FC. Mereka membantai Visakha FC 5-1. Mahmoud Almardi jadi bintang dengan tiga gol, bersama Ronald Ngah Wanja dengan satu gol serta satu assists. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)