BolaSkor.com - How the mighty have fallen. Kata-kata itu sering digunakan ketika membicarakan suatu hal yang dulunya sangat besar, ditakuti, dan sukses, kemudian di masa kini berubah drastis 180 derajat. Itulah Manchester United.

Fans harus menerima Red Devils bukanlah klub yang disegani seperti di masa lalu. Man United menjadi tim medioker dengan permainan yang tidak memiliki identitas, bahkan untuk sekedar bermain di fase bertahan pun berantakkan di lini belakang.

Dekadensi itu sudah terlihat tandanya sejak 2013 di tahun Sir Alex Ferguson pensiun setelah menangani klub selama 26 tahun. Manajer dari David Moyes, Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjaer sudah jadi 'korban' pasca era Ferguson.

Musim ini pun fans sudah dibuat pesimis, dengan bayang-bayang musim lalu kembali menghantui. Bayangkan saja, dua laga Premier League 2022-2023 berlangsung dan Man United kalah dua kali beruntun dengan catatan: kebobolan enam gol dan sekali mencetak gol - itu pun gol bunuh diri.

Baca Juga:

Berbeda dari Masa Lalu, Kini Manchester United Harus Meyakinkan Pemain untuk Datang

Menilik Bursa Transfer Manchester United: Diwarnai Ketidakjelasan dan Keputusasaan

Erik ten Hag Klaim Permainan Manchester United Membaik Usai Cristiano Ronaldo Tampil

Hasilnya? Dasar klasemen alias zona degradasi tanpa raihan poin. Di situ Man United bersatu dengan West Ham United, Crystal Palace (baru bermain sekali), dan Everton.

Situasi itu belum pernah dihadapi fans Man United setelah memenangi 13 titel liga sejak 1992 dengan Ferguson, bahkan tidak pernah finish di bawah peringkat tiga. Betapa jauh Man United tenggelam.

Pembicaraan soal degradasi jelas tidak akan pernah dipikirkan Man United, begitu juga saat ini yang terlalu prematur karena musim baru dimulai. Tapi faktanya dari dua laga zona degradasi itulah yang kini ditempati Man United.

Terakhir Kali Manchester United Degradasi

Lantas, kapan terakhir kali Man United degradasi? Terakhir 'aib' itu terjadi pada musim 1973-1974 ketika Man United finis di urutan ke-21 klasemen, dengan hanya raihan 32 poin.

Pada musim itu Man United kalah 20 kali, termasuk laga pembuka melawan Arsenal (0-3) dan laga terakhir musim kontra Stoke City (0-1). Lalu untuk peringkat finis terendah terjadi pada 2013-2014 di bawah asuhan David Moyes - peringkat tujuh.

Sebagai hasilnya Man United juga gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk kali pertama sejak 1989-1990. Lalu untuk perolehan poin terendah (yang terjadi baru ini) terjadi pada musim 2021-2022 dengan hanya raihan 58 poin dari 38 laga.

Degradasi memang bukan hal baru - tapi langka terjadi - bagi Man United yang sudah lima kali merasakannya, sejak pertama klub dibentuk pada 1878 dengan nama Newton Heath LYR F.C. Itu terjadi pada 1893-1894, 1921-1922, 1930-1931, 1936-1937, dan 1973-1974.

Pada musim 1973-1974 itu Man United dilatih Tommy Docherty. Kemudian, sejak 1992 di antara tim-tim 'enam besar' Premier League Man United tak pernah degradasi bersama Arsenal, Chelsea, Everton, Liverpool, dan Tottenham Hotspur.