BolaSkor.com - Penghentian kompetisi Liga 1 2020 tak semuanya berimbas negatif. Ada hal positif juga yang dirasakan para pemain. Selain waktu lebih bersama keluarga, para pemain juga bisa menambah ilmu dengan mengikuti kursus pelatih.

Gelandang Bali United, M Taufiq menjadi salah satu yang memanfaatkan momen ini. Bersama rekan setimnya, Fadil Sausu, Taufiq mengambil lisensi kepelatihan C AFC di Bali, awal Desember 2020 lalu.

Bagi Taufiq yang sudah belasan tahun menjadi pemain profesional, kursus pelatih merupakan salah satu yang jadi tujuan. Lisensi pelatih bisa menjadi bekal gelandang 34 tahun ini ketika nanti pensiun sebagai pemain.

Lisensi pelatih bukan sekadar tujuan untuk berprofesi sebagai pelatih. Lebih dari itu, mereka bisa mengajarkan para pesepak bola muda tentang cara menjadi seorang profesional.

Baca Juga:

Resolusi Teco bersama Bali United di Tahun 2021

Ada Penolakan di Balik Perpanjangan Kontrak Brwa Nouri dengan Bali United

BolaSkor.com berkesempatan mewawancarai Taufiq setelah kursus kepelatihannya usai akhir Desember lalu. Taufiq pun bercerita tentang pilihannya untuk mengikuti kursus pelatih, di sela jaga kondisi selama liburan. Berikut petikan wawancaranya :

Apa pertimbangan Taufiq mengikuti lisensi ini? Apakah memang sudah dipertimbangkan sejak lama?

Ya mumpung ada kesempatan ketika kompetisi lagi libur, kita bisa belajar di kursus kepelatihan

Adakah target jangka pendek atau jangka panjang sebagai seorang yang suatu saat nanti bisa menjadi pelatih?

Yang pasti, setelah kursus selesai kursus pelatih ini, banyak sekali pengalaman dan ilmu yang saya dapat. Saya juga punya keinginan buat ke depannya mengamalkan ilmu yang sudah didapat.

Sepak bola Tarakan belum ada progres di nasional. Adakah keinginan untuk pulang kampung dan mengembangkan sepak bola di sana?

Pastinya saya punya keinginan besar bisa mengembangkan sepak bola di kampung halaman. Saya tahu di sana banyak pemain berbakat dan punya potensi, hanya selama ini kurang mendapat dukungan dan kurangnya pembinaan sepak bola di sana.

Muhammad Taufiq
Muhammad Taufiq. (BolaSkor.com/Putra Wijaya)

Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri, juga pernah statemen bahwa pemain yang sudah pensiun akan diprioritaskan untuk melatih akademi. Apakah tertarik dengan tawaran ini juga?

Saya pasti senang dan bangga apabila suatu saat nanti bisa membantu melatih akademi Bali United. Yang pasti, saya punya keinginan untuk mengembangkan bakat-bakat sepak bola, khususnya usia dini.

Adakah pelatih yang dijadikan role model ketika suatu saat nanti jadi pelatih?

Saya banyak mengambil ilmu dari pelatih-pelatih yang berpengalaman selama saya bermain. Semua pelatih punya kualitas masing-masing. Dari situ kita bisa belajar juga.

Untuk terdekat, Bali United akan berkompetisi lagi di Piala AFC 2021. Bagaimana melihat peluang?

Untuk peluang pastinya sangat terbuka, tapi juga tidak gampang bersaing di AFC. Kita pemain harus benar-benar kerja keras selama persiapan buat ke sana.

Pada musim 2018 dan 2020 sepertinya masih jadi masa adapatasi bagi Bali United di pentas Asia. Mungkin musim 2021 bisa jadi awal untuk berprestasi?

Ya memang benar, banyak pengalaman juga selama ini Bali United di pentas AFC. Pastinya dari pelatih maupun pemain ingin berprestasi di pentas Asia. Kesempatan yang kita dapat harus dimanfaatkan dan harus berjuang keras serta kompak saat latihan maupun pertandingan nanti. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)