BolaSkor.com - Leicester City akan menjamu Liverpool di pekan 19 Premier League pada ajang Boxing Day di King Power Stadium, Jumat (27/12) pukul 03.00 dini hari WIB. Laga itu krusial karena menentukan jalannya perebutan titel Premier League.

Liverpool, belum pernah kalah di Premier League, ada di urutan satu dengan raihan 49 poin dan Leicester di peringkat dua dengan koleksi 39 poin. Secara matematis, Leicester atau Manchester City (38 poin) masih berpeluang mengkudeta posisi Liverpool.

Tapi beberapa faktor juga harus dipertimbangkan dalam membicarakan hitungan matematis itu, seperti performa konsisten Liverpool yang menyulitkan mereka kalah atau melalui periode negatif beruntun. Tak ayal laga melawan Leicester ini bisa jadi kunci jalannya perebutan titel Premier League.

Jika Liverpool memenangi laga nanti, ada kans besar mereka mengakhiri penantian titel Premier League yang terakhir diraih pada 1990. Brendan Rodgers, manajer Leicester yang notabene mantan manajer Liverpool, harus menyiapkan sejumlah opsi untuk membendung Liverpool.

Baca Juga:

Andil Manchester City di Balik Performa Impresif Liverpool Musim Ini

Jurgen Klopp Kembali Keluhkan Periode Sibuk Desember, Sebut Jadwal sebagai 'Kejahatan'

Prediksi Leicester Vs Liverpool: Laga Krusial Penentu Jalannya Perebutan Titel Premier League

Leicester City dan Liverpool

Menjadikan analisis Darren Fletcher, eks pemain Man United, di BBC Sport sebagai referensi, berikut tiga cara yang dapat dimaksimalkan Leicester untuk membendung Liverpool:

1. Coba Pendekatan Bermain Manchester United

Sejauh ini, Manchester United jadi satu-satunya tim yang mampu menahan laju kemenangan Liverpool dengan raihan hasil imbang 1-1 di Old Trafford pada Oktober lalu. Kala itu Man United asuhan Ole Gunnar Solskjaer turun dengan taktik 3-4-1-2.

Permainan defensif mengandalkan tiga bek dan dua bek sayap membuat dua sayap Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane, mati kutu. Dalam taktik itu, United mengandalkan serangan balik cepat.

Hal itu bisa dicoba Rodgers melawan Liverpool karena kualitas pemain Leicester mumpuni melakukannya. Mereka punya sisi serangan sayap yang cepat, striker tajam, dan pertahanan yang kuat.

Man United 1-1 Liverpool

"Itu (taktik United) bekerja karena mereka bisa melukai Liverpool dalam transisi bermain ketika melakukan serangan balik cepat, dan mengincar pertahanan mereka. Sejauh ini, mereka satu-satunya tim yang meraih poin dari The Reds," tutur Fletcher.

"Jika mereka (Leicester) melakukan hal yang sama, mereka bisa menggunakan Jamie Vardy dan Kelechi Iheanacho dengan cara yang sama seperti Marcus Rashford dan Daniel James, yang efektif untuk United - mengeksploitasi sisi sayap yang ditinggal full-backs Liverpool dan mengisolasi bek tengah mereka."

2. Pendekatan Ofensif dan Agresif

Liverpool terbiasa melakukan tekanan agresif kepada lawan yang menguasai bola dan melancarkan serangan balik cepat. Hal itu bisa diterapkan Leicester untuk balik melakukan hal yang sama kepada Liverpool tiap kali mereka mendominasi penguasaan bola.

Leicester, ketika juara Premier League 2015-16, melakukan taktik itu dengan efisien di bawah asuhan Claudio Ranieri. Agresif ketika bertahan belum tentu bermain negetif atau parkir bus.

Leicester, yang sudah mencetak 41 gol musim ini, juga dapat bermain ofensif dengan mengandalkan ketajaman Vardy yang sudah mencetak 17 gol dan James Maddison yang menjadi kreator serangan.

3. Andalkan Kemampuan Individu

Tak dipungkiri lagi, Leicester bisa ada di posisinya saat ini karena performa bagus beberapa pemain dalam memaksimalkan kualitas individu mereka, sebut saja seperti: James Maddison, Jamie Vardy, Caglar Soyuncu, dan Ben Chilwell.

Jamie Vardy

Absensi Fabinho, gelandang bertahan Liverpool karena cedera, bisa jadi hal yang dapat dimaksimalkan Leicester. Meski Liverpool punya gelandang lain yang dapat menggantikannya, tidak banyak yang memiliki naluri defensif kuat seperti Fabinho.

Momen itu dapat dimanfaatkan Maddison untuk lebih banyak bereksplorasi di lini tengah permainan. Duelnya dengan kompatriotnya, Jordan Henderson, akan menarik di laga nanti.

"Henderson melawan Maddison akan sangat menarik, pertarungan sesama Inggris, tapi saya pikir akan ada duel individu yang sama di beberapa posisi lainnya," kata Fletcher.