BolaSkor.com - Meski sudah lama menjadi spekulasi, kabar pemecatan Ernesto Valverde oleh Barcelona terbilang mengejutkan. Setelah dua setengah tahun membawa Barcelona dua kali juara LaLiga secara beruntun, Valverde akhirnya didepak saat klub menjadi pemuncak klasemen di paruh musim.

Enrique datang ke Barcelona pada Mei 2017 menggantikan Luis Enrique. Pada musim perdana, Valverde membawa Barcelona meraih gelar ganda domestik. Bahkan Barcelona saat itu nyaris menutup musim tanpa terkalahkan. Sayang pada laga penutup LaLiga Barcelona secara mengejutkan dikalahkan Levante 4-5.

Baca juga:

Pecat Ernesto Valverde, Barcelona Tunjuk Eks Pelatih Real Betis

Quique Setien Sudah Lama Kagumi Lionel Messi

Ernesto Valverde

Di musim kedua, meski gagal menjuarai Copa del Rey setelah dibekuk Valencia di laga final, Valverde masih mampu membawa Barcelona mempertahankan titel kampiun LaLiga. Barcelona meraih trofi LaLiga dengan keunggulan sembilan poin dari Atletico Madrid di posisi kedua dan berjarak 19 angka dari Real Madrid.

Meski sudah menyumbang total empat trofi dalam dia musim, Barcelona tetap memecat Valverde. Berikut lima faktor yang menjadi alasan pemecatan Valverde.


Gaya Pragmatis

Barcelona terkenal di seluruh dunia sebagai klub yang menjadikan penguasaan bola sebagai dasar permainan mereka. Gaya permainan ini sudah menjadi DNA Barcelona sejak era Johan Cruyff.

Cetak biru Cruyff makin ditingkatkan ketika Barcelona ditangani oleh Pep Guardiola. Permainan menyerang dengan penguasaan bola membuat Barcelona mendapat predikat klub terbaik dunia saat itu.

Pendukung Barcelona sudah terbiasa dengan permainan indah. Mereka menuntut tim kesayangan mereka tidak hanya meraih kemenangan, tetapi juga menang dengan gaya.

Valverde memang mampu meraih kemenangan, bahkan masuk ke lima besar daftar pelatih Barcelona dengan rasio kemenangan tertinggi. Namun gaya bermain pragmatis yang acap dipakainya tidak bisa diterima oleh publik Barca.


Trofi Liga Champions

Di klub lain, menjadi juara liga dua tahun beruntun sudah bisa menggaransi keamanan posisi pelatih. Akan tetapi itu tidak berlaku di Barcelona.

Dengan tujuh kali menjadi juara LaLiga dalam sepuluh tahun, pencapaian di liga domestik adalah minimum bagi publik Barcelona. Mereka ingin lebih, dan trofi Liga Champions adalah target utama.

Setelah menjadi juara Liga Champions 2014-15, Barcelona selalu menelan kegagalan. Yang lebih menyakitkan, selepas itu Liga Champions didominasi oleh Real Madrid yang menjadi juara tiga musim beruntun.

Pemecatan Ernesto Valverde

Saking berambisinya kembali menjadi juara di Benua Biru, Lionel Messi sampai berjanji akan membawa pulang trofi Liga Champions ke Camp Nou musim lalu. Tapi pada kenyataannya, Barca kembali gagal, setelah "tragedi" di Stadion Anfield menyusul kekalahan 0-4 di leg kedua semifinal meski di leg pertama mereka sudah unggul 3-0. Tidak sedikit yang mengira karier Valverde di Barca selesai saat itu. Namun Barca memutuskan masih terus bersamanya, hingga benar-benar dipecat paruh musim ini.

Performa Minor Pembelian Mahal