BolaSkor.com - Pertandingan El Clasico di LaLiga 2019-20 akan berlangsung di Camp Nou, markas Barcelona, pada Kamis (19/12) pukul 02.00 dini hari WIB melawan Real Madrid. Ini merupakan laga tunda LaLiga yang sempat tertunda karena aksi demonstrasi besar-besaran di Catalunya.

Kedua tim menatap laga nanti dengan momentum yang bagus. Sama-sama bermain imbang di laga sebelumnya, Barca melawan Real Sociedad (2-2) dan Madrid menghadapi Valencia (1-1), keduanya sama-sama meraih 35 poin.

Terakhir kali kedua tim bentrok di Clasico dengan raihan poin yang sama terjadi pada musim 2009-10. Tak ayal pertandingan nanti akan berlangsung seru. Pemenang pertandingan nanti untuk sementara akan menjauh dari sang rival dalam perburuan titel.

Baca Juga:

Jelang El Clasico, Barcelona dan Madrid Raih Poin yang Sama untuk Kali Pertama Sejak 2009-10

Tsunami Democratic Ancam Kacaukan El Clasico

Waktu Istirahat Madrid Tidak Banyak Jelang Clasico, Dani Carvajal Tak Gentar

Meski sudah tidak lagi menjadi panggung duel dua megabintang dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Clasico nanti tetap diprediksi berlangsung seru. Setidaknya ada lima alasan mengapa situasi memanas jelang El Clasico nanti. Dilansir dari Marca, berikut alasannya:

El Clasico

1. Laga Terancam Batal (Lagi)

Clasico sebelumnya batal karena aksi demonstrasi besar-besaran warga Catalunya. Aksi unjuk rasa itu dilakukan karena penangkapan politisi Catalan yang dilakukan pemerintah Spanyol. Alhasil, pertandingan yang sedianya berlangsung 26 Oktober lalu batal terlaksana.

LaLiga menetapkan 19 Desember 2019 sebagai hari dihelatnya Clasico yang tertunda itu. Akan tapi, grup bernama Tsunami Democratic, kembali mengancam berlangsungnya Clasico di laga nanti.

Kabarnya, sebanyak 20.000 orang akan berpatisipasi dalam protes untuk mencoba memblok bus yang ditumpangi Real Madrid. Dari pihak Madrid, mereka berharap adanya pengamanan maksimal.

2. Penunjukkan Wasit Buat Real Madrid Marah

Wasit laga nanti adalah Alejandro Hernandez. Alejandro bukan wasit yang bersahabat bagi Madrid di Clasico.

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Alejandro pernah mengusir Sergio Ramos, menganulir gol Gareth Bale karena dugaan pelanggaran kepada Jordi Alba, plus pelanggaran Luis Suarez kepada Raphael Varane yang tidak dilihatnya sebagai pelanggaran. Wajar jika Madrid khawatir Alejandro memimpin laga nanti.

3. Barcelona Masih Kesal dengan Wasit Laga Kontra Sociedad

Real Sociedad vs Barcelona

Pelatih, pemain, hingga direksi sepakat untuk mengajukan protes kepada Javier Alberola Roja, wasit laga Sociedad, ketika dia tidak meninjau VAR untuk melihat pelanggaran kepada Gerard Pique di penghujung pertandingan.

Barcelona sudah mengirim surat kepada RFEF soal pelanggaran itu. Dalam suasana hati yang kesal terhadap ofisial pertandingan, tekanan dari Barcelona itu tentunya akan memanaskan atmosfer pertandingan nanti.

4. Komentar Panas dari Gerard Pique

"Hari di ruang ganti lainnya, ayo, mari! Inilah yang barusan terjadi, tidak lagi menyenangkan menang di sini dengan skor 3-0, 4-0, 5-0," kata Gerard Pique.

Bek senior Barcelona itu muncul dari video dokumenter Barcelona berjudul 'Matchday'. Terlihat Pique mengejek Madrid setelah menyingkirkan mereka di Copa del Rey musim lalu.

Secara tidak langsung, Pique menegaskan superioritas Barca atas Madrid. Jelas hal itu akan memanaskan suasana jelang Clasico nanti.

5. Dipermalukan di Camp Nou

El Clasico

Real Madrid dilumat Barcelona dengan skor telak 1-5 di Camp Nou pada Oktober musim lalu. Hasil itu mengakhiri karier Julen Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid dan digantikan oleh Santiago Solari - yang kemudian digantikan lagi dengan Zinedine Zidane.

Barca kala itu menang telak tanpa Lionel Messi (cedera), plus menyingkirkan Madrid di ajang Copa del Rey. Tidak ada misi balas dendam dalam sepak bola. Tapi, Madrid tentunya menjadikan itu sebagai pembelajaran agar tak terulang lagi.