BolaSkor.com - Lionel Messi membuat dunia sepak bola heboh dengan mengumumkan ingin meninggalkan Barcelona yang sudah dibela sejak usia 13 tahun. Nihil gelar Barcelona musim lalu menjadi salah satu pemicu.

Musim 2019-20 Barcelona diwarnai masalah baik di dalam maupun luar lapangan. Namun pernyataan ingin hengkang Messi lebih ekstrem dari apa pun sebelum ini.

Jika melihat ke belakang, bukan kali ini saja Lionel Messi menghadirkan drama di Barcelona. Berikut lima drama yang dipicu Messi selama sang bintang berada di Barcelona, bersumber dari AFP.

Baca Juga:

Heboh, Lionel Messi Ingin Putus Kontrak dengan Barcelona dan Pergi ke Manchester City

Tekad Lionel Messi untuk Tinggalkan Barcelona Sudah Bulat

Usai Melihat Iklan, Moratti Percaya Diri Inter Milan Datangkan Lionel Messi

1. Bertikai dengan Rekan Setim (2012)

Meskipun memiliki reputasi sebagai rekan tim yang bijaksana dan mudah didekati, Lionel Messi berulang kali kehilangan kesabaran terhadap pemain-pemain Barca lainnya.

Pada September 2012, dia mengngkapkan kemarahannya kepada striker Spanyol David Villa yang saat itu dipaksa bermain di posisi sayap, karena tak cepat-cepat memberikan umpan silang saat melawan Granada di LaLiga. Sikap Messi itu otomatis membenarkan rumor yang beredar selama beberapa bulan bahwa kedua pemain bersitegang dan tak pernah lagi berbicara satu sama lain.

Suatu kali, dalam latihan, Messi disebut-sebut berkata kepada striker Cristian Tello: "Kamu orang baru di sini dan kamu sama sekali bukan apa-apa. Umpankan bola ke saya. Kamu ada di sini guna bermain untuk saya."

Striker Chile Alexis Sanchez, yang tiba pada 2011 dengan transfer 37 juta euro disebut-sebut pernah membuat marah Messi. "Mengingat betapa buruknya kamu, saya heran mengapa harga kamu bisa begitu tinggi," kata Messi suatu kali kepada Sanchez.

Messi juga berseteru dengan Zlatan Ibrahimovic dan Samuel Eto'o yang sama-sama hengkang ke Italia.


2. Kesal Terima Gaji di Bawah Ronaldo (2013)

Setelah empat kali memenangi Ballon d'Or dan di puncak kariernya, Messi menandatangani perpanjangan kontrak lima tahun pada Februari 2013 dengan perkiraan gaji 12 juta euro. Beberapa bulan kemudian, Cristiano Ronaldo menandatangani kontrak baru dengan Real Madrid senilai 17 juta euro per tahun.

Messi bereaksi dengan menuntut kenaikan gaji. Javier Faus, wakil presiden Barca yang membidangi keuangan, menjawab bahwa tidak ada alasan untuk mengubah kontrak orang yang sudah menerima kenaikan enam bulan lalu.

Messi mengabaikan diskresi media biasanya demi menjawab bahwa Faus tidak tahu apa-apa soal sepak bola. Perselisihan itu berakhir dengan Faus meminta maaf di depan umum. "Messi benar, saya tak tahu apa-apa soal sepak bola," kata dia. "Ini cuma kesalahpahaman kecil yang sudah kami selesaikan dengan dia dan ayahnya. Kami memberinya kontrak baru." Setahun kemudian, gaji pemain Argentina itu naik menjadi lebih dari 20 juta euro.


3. Dicadangkan Luis Enrique (2015)

Pada Januari 2015, pelatih Luis Enrique dilaporkan menyela sesi latihan dengan menuding Messi menjadikan dirinya penguasa ruang ganti. Luis Enrique pun membangkucadangkan Messi untuk pertandingan berikutnya melawan Real Sociedad.

Dia tidak mengikuti sesi latihan berikutnya, alasan resminya karena soal medis. Messi kemudian disebut sengaja memicu rumor kemungkinan hengkang dengan mem-follow akun Chelsea, dan dua pemain mereka, Cesc Fabregas dan Filipe Luis, di Instagram.

Sampai sekarang, Messi hanya menjadi follower empat klub: Newells Old Boys yang menjadi klub masa kecilnya, Barcelona, Chelsea, dan Manchester City.


4. Drama Luis Suarez (2017)

Pada 2017, kontrak Messi hampir habis dan suasana tegang menyelimuti negosiasi. Luis Suarez, rekan penyerang Messi, meminta klub memperpanjang kontrak Messi dengan segala cara.

Direktur olahraga Oscar Grau menjawab bahwa dia hanya memakai akal sehat dan kebijaksanaan. Di mixed zone setelah akhir sebuah pertandingan pada Januari, Suarez membalas: "Yang perlu kita lakukan adalah memperpanjangnya, bukan menunjukkan akal sehat."

Drama berakhir saat Messi akhirnya menandatangani kesepakatan pada 25 November yang membuatnya diikat sampai 2021, dan, menurut dokumen "Football Leaks", telah menaikkan gajinya menjadi lebih dari 70 juta euro. Kesepakatan itu juga termasuk bonus loyalitas sebesar 70 juta euro jika Messi habis kontrak.


5. Konflik dengan Eric Abidal (2020)

Pada Februari 2020, Messi memgungkapkan kemarahannya setelah Eric Abidal, direktur olahraga klub saat itu, mengatakan para pemain harus disalahkan atas pemecatan pelatih Ernesto Valverde sebulan sebelumnya. Pemain dinilai Abidal tidak mempersembahkan semua yang mereka bisa.

Messi menanggapi komentar Abidal di Instagram, memberitahu mantan rekan satu timnya itu untuk tunjuk nama saja siapa pemain itu dan balas mengatakan "mereka yang bertanggung jawab dalam manajemen olahraga juga harus menunjukkan tanggung jawabnya".