BolaSkor.com - Tidak salah melabeli grup F Piala Eropa 2020 sebagai grup 'neraka'. Bagaimana tidak, persaingan ketat terjadi hingga laga terakhir grup yang berlangsung pada Kamis (24/06) dini hari WIB.

Betapa ketatnya persaingan itu dapat dilihat dari perolehan poin yang diraih. Prancis menduduki urutan satu dengan raihan lima poin diikuti Jerman (empat poin), lalu Portugal (empat poin), serta Hungaria sebagai juru kunci dengan catatan dua poin.

Prancis, Jerman, dan Portugal lolos ke-16 besar Piala Eropa dan ini sudah diprediksi sebelumnya, tetapi usaha dan kerja keras Hungaria layak diacungi jempol. Mereka menahan imbang Prancis 1-1 dan nyaris mengalahkan Jerman sebelum akhirnya imbang 2-2.

Baca Juga:

Sederet Statistik Menarik dari Keseruan Laga Terakhir Grup F Piala Eropa 2020

Hasil dan Klasemen Akhir Grup F Piala Eropa 2020: Prancis Nomor Satu, Jerman Selamat dari Lubang Jarum

16 Besar Piala Eropa 2020: Inggris Jumpa Jerman, Portugal Lawan Peringkat Satu Dunia

Selebrasi pemain Hungaria

"Mereka (pemain Hungaria) telah bertarung seperti singa sepanjang tiga pertandingan dan mereka telah membuat seluruh negara bangga," ucap pelatih Hungaria Marco Rossi di laman resmi UEFA.

"Kami tidak pernah takut dengan nama besar yang kami temui; kami berdiri bahu-membahu melawan semua orang. Tidak ada yang bisa mengeluh tentang kinerja atau sikap kami."

Dari kedua pertandingan itu BolaSkor.com merangkum fakta-fakta menarik, berikut penjabaran lengkapnya:

1. Acungan Jempol untuk Hungaria

Seperti kutipan Marco Rossi di atas permainan Hungaria memang layak diacungi jempol. Diprediksi menjadi bulan-bulanan Prancis, Portugal, Jerman, Hungaria memperlihatkan semangat bermain usai kalah 0-3 dari Portugal.

Hungaria menahan imbang Prancis 1-1 dan juga 2-2 melawan Jerman, bahkan Jerman nyaris kalah ketika kedudukan 2-1 untuk keunggulan Hungaria. The Magyars layak mendapatkan respek dan tepuk tangan dari suporter mereka sendiri di Budapest.

Hungaria tanpa bintang muda mereka Dominik Szoboszlai karena cedera dan dapat memperlihatkan kolektivitas bermain yang bagus. Sementara bagi Jerman hasil imbang itu memperlihatkan kerapuhan di lini belakang.

2. Rekor Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo bak terlahir untuk memecahkan rekor. Megabintang berusia 36 tahun kembali menorehkan rekor melalui dua golnya ke gawang Prancis yang dicetak melalui titik putih alias penalti.

Pertama, Ronaldo menyamai rekor gol internasional sepanjang masa legenda Iran Ali Daei dengan 109 gol, lalu yang kedua melalui rekor 19 gol Miroslav Klose, legenda Jerman pada kombinasi gol Piala Dunia dan Piala Eropa (Ronaldo 20 gol).

Terakhir, Ronaldo menjadi pemain kedua setelah Michel Platini (tujuh gol) pada Piala Eropa 1984 yang mencetak gol terbanyak di fase grup (Ronaldo lima gol).

"Selamat kepada Cristiano Ronaldo yang sekarang kurang satu gol lagi untuk memecahkan rekor gol internasional kategori pria," ucap Ali Daei.

"Saya terhormat bahwa pencapaian yang sangat hebat ini akan jadi milik Ronaldo - juara sejati sepak bola dan humanis yang perhatian serta menginspirasi dan memberikan dampak hidup kepada dunia. Vamos!"

3. Prancis Krisis Full-Back

Situasi tak ideal dimiliki oleh Didier Deschamps di timnas Prancis. Les Bleus menuju 16 besar tanpa full-back setelah Benjamin Pavard, Lucas Hernandez, dan Lucas Digne cedera. Dua nama yang disebut terakhir cedera kala melawan Portugal.

Deschamps bahkan menjadikan Corentin Tolisso sebagai bek kiri darurat saat melawan Portugal, sementara pos kanan diisi Jules Kounde yang notabene bek tengah. Swiss akan menjadi lawan Prancis di 16 besar nanti.

4. Gelandang Terbaik Piala Eropa Sejauh Ini

Banyak gelandang top yang bermain di Piala Eropa 2020 dan sejauh ini baru Paul Pogba yang tampil konsisten dan memberi kontribusi besar. Ironis jika melihat permainannya dengan Manchester United dan memicu perdebatan.

Terlepas dari perdebatan itu performa Pogba menenangkan masyarakat Prancis. Pengaruh permainannya besar di timnas Prancis, baik itu mengatur ritme bermain, membantu tim bertahan, atau saat membantu serangan.

Kontra Portugal Pogba memberi satu assist untuk gol Karim Benzema dan menciptakan peluang yang ditepis Rui Patricio. Performa bagusnya itu diharapkan Prancis terus berlanjut.

5. Jerman vs Inggris

Duel klasik dan bersejarah akan terjadi di 16 besar Piala Eropa. Selalu ada cerita antara laga Jerman kontra Inggris dari Piala Eropa 1996, Piala Eropa 2000, hingga Piala Dunia 2010. Saat ini kedua negara punya pekerjaan rumahnya masing-masing.

Kebobolan lima gol dari tiga laga tidaklah ideal untuk tim seperti Jerman, meski secara ofensif mereka tak punya masalah dengan enam gol yang ditorehkan (kendati tak punya penyerang haus gol).

Sebaliknya Inggris malah kesulitan mencetak gol dan baru mencetak dua gol di fase grup. Tak ayal bentrok Inggris kontra Jerman akan dinanti di laga nanti.

Simak Rangkuman keseruan Piala Eropa 2020 di sini